BuseronlineNews.com //2026 Muara Teweh – Pembangunan Desa Muara Pari yang diduga Mangkrak dan terbengkalai tetap menjadi sorotan tajam, pasalnya dana yang digunakan oleh Pemerintah Desa Muara Pari yang bersumber dari DD/ADD adalah dana negara atau daerah untuk pembangunan Desa dan Kesejahteraan masyarakat, dan harus melalui musyawarah rapat untuk penggunaannya.
Saat ini muncul pemberitaan dari sebagian media Ketua Pekerja Bantah Proyek Jembatan Desa Muara Pari Mangkrak Senin 16/03/2026.
Dari sisi pemberitaan media online tersebut benar apa yang dikeluhkan warga masyarakat Desa Muara Pari dan apa yang terjadi faktanya memang ada bangunan yang mangkrak dan terbangkalai, karena jembatan kayu Rawa RT.03 Desa Muara Pari Jalan Meranti yang beberapa kali di rehab.
Naah sekarang rencana Pemerintah Desa Muara Pari dengan Jembatan beton dan mulai di bangun berjalan sesuai apa yang sampaikan Ketua Pekerja di lapangan melalui media 16/03/2026.
Sementara beberapa sumber informasi Alokasi Dana Desa dan Dana Desa ADD/DD tahun anggaran 2026 belum cair di tingkat Desa, akan tetapi sudah mulai dikerjakan dan bahan material menumpuk di halaman rumah Kades Muara Pari, jangan-jangan itu proyek tahun anggaran 2025 lalu namun karena viral cepat dikerjakan saat ini tahun 2026.
Sementara plang proyek selama ini tidak pernah dipasang sehingga menimbulkan persepsi di masyarakat ungkap salah satu warga dari Desa Muara Pari.
Dan juga yang mengerjakan hampir semua proyek pembangunan Desa Muara Pari adalah keluarga Kepala Desa Muara, terbukti terungkap di media pemberitaan tentang Ketua Pekerja Jembatan atas nama Supriyansah alias Supi atau Pii terlihat dari photo yang tidak memakai baju dan hanya pakai celana pendek itu adalah adik kandung Mukti Ali selaku Kepala Desa Muara Pari yang melaksanakan proyek tersebut.
Demikian juga halnya yang mengerjakan proyek pembangunan Balai Pertemuan Desa Muara Pari adalah Keluarga Kepala Desa atau ada juga keponakannya dan sebagian adik iparnya jadi semua adalah ada kaitan keluarga Mukti Ali selaku Kepala Desa Muara Pari ungkap masyarakat yang dengan media.
Apalagi saat sekarang menjelang hari raya idul Fitri tahun 2026 masyarakat yang ingin pulang kampung terkendala rusak jalan yang memang terbiasa dan cepat tujuan.
Jalan Meranti yang memang prioritas utama masyarakat rusak parah, sangat dikeluhkan warga, sementara eksa mini yang dibeli dari Dana Desa beberapa tahun yang lalu seolah tidak maksimal, kalau semua terkendala ya memang kata masyarakat lagi.



Karena kalau musim hujan pasti tidak bisa bekerja, akan tetapi saat hari panas atau musim panas jalan kering saja beberapa waktu yang lalu juga tidak perbaiki baik jalan atau bangunan, itu hanya alasan pihak Pemerintah Desa saja kita berbicara fakta terang masyarakat Desa Muara Pari yang tidak mau dipublikasi namanya dengan media 17/3/2026.
Dengan viralnya pemberitaan tentang pembangunan Desa Muara Pari beberapa tahun terakhir ini atau dekat berakhirnya masa jabatan Kepala Desa Muara Pari agar pihak Penegak Hukum, Inspektorat Kabupaten Barito Utara, terkhusus Bapak Bupati Barito Utara segera melakukan audit khusus atau juga Pemeriksaan Khusus( RikSus).
Dan kalau ada indikasi Korupsi Kolusi dan Nepotisme(KKN) agar diproses pidana secara hukum dugaan penyelewengan dana dan penyalahgunaan wewenang sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Menurut informasi yang dihimpun juga kalau tidak viral di media tentang magkraknya pembangunan yang ada, tentu pihak Pemerintah Desa Muara Pari tidak segera bekerja di lapangan terbukti saat ini mereka sibuk dilapangan, mengantisipasi Riksus dadakan dari instansi terkait.
Masyarakat berharap pihak Pemerintah Kabupaten tanggab,cepat dalam penanganannya apalagi sudah viral diberbagai media sosial demikian harap masyarakat Desa Muara Pari.17/3/2026.
(Red.)







