BENGKALIS – Dinas Ketahanan Pangan bekerja sama dengan Perum Bulog menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) di Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Kamis (14/8/2025) pukul 10.00 WIB.
Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Desa Jalan H. Isa, Dusun Bantan Tengah itu langsung diserbu warga sejak pagi. Masyarakat antusias memanfaatkan kesempatan mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Produk yang dijual meliputi beras merek SPHP kemasan 5 kilogram, minyak goreng merek Kita kemasan 2kg, dan 2kg gula pasir. Harga yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan harga di pasar atau di kedai setempat.
PJ Kepala Desa Bantan Tengah, Hadi Suryono, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu warga, terutama di tengah kondisi iklim pancaroba yang tidak menentu dan musim hujan yang tidak stabil.
Ia menyampaikan sebagian besar masyarakat Bantan Tengah menggantungkan penghasilan dari hasil menoreh getah karet. Saat musim hujan, aktivitas tersebut terhenti, sehingga pendapatan warga menurun drastis.
“Dengan adanya Gerakan Pasar Murah, masyarakat sangat terbantu. Apalagi saat musim hujan, mereka tidak bisa beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.
PJ Kades Hadi Suryono berharap program pasar murah dapat dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan, agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara luas.
Salah seorang warga, Tina (40), ibu rumah tangga yang ikut mengantri dipasar murah tersebut, mengaku sangat bersyukur dengan adanya Gerakan Pasar murah ( GPM) di desanya. Ia mengungkapkan selisih harga antara pasar murah dan harga di Kedai Kedai cukup signifikan perbedaannya kami sangat puas hati.ucapnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah. Kalau bisa, pasar murah ini dilaksanakan seminggu sekali, karena selisih harganya jauh lebih murah,” katanya.
Pantauan di lapangan, suasana pasar murah berjalan tertib dan kondusif. Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan tampak mencatat dan mengatur penjualan agar semua warga mendapat kesempatan membeli secara adil.
Program ini bukan hanya meringankan beban belanja rumah tangga, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Kehadiran pasar murah menjadi wujud kepedulian pemerintah terhadap kondisi ekonomi warga.
Masyarakat berharap Gerakan Pasar Murah dapat terus berlanjut, khususnya pada masa sulit seperti musim hujan, saat pendapatan mereka menurun.
Dengan dukungan pemerintah daerah yang bekerja sama Bulog, pasar murah diyakini mampu menjaga daya beli warga sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga di Desa Bantan Tengah dan sekitarnya.
Liputan ; Wintoro







