CIANJUR — Ratusan kader dan pengurus Partai Demokrat se-Kabupaten Cianjur memadati Bale Rancage, Jalan Siliwangi, Selasa (14/7/2026), dalam agenda Pendidikan Politik bertema “Soliditas Tanpa Batas PAC dan Ranting: Merawat Kesetiaan, Menjaga Rumah Besar Demokrat”. Kegiatan ini dirangkaikan dengan pembagian santunan bagi 100 anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial partai terhadap masyarakat.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Pemenangan Pemilu dan Organisasi Kaderisasi Partai (BPOKK) DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Ahmad Bajuri; Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Cianjur; jajaran pengurus DPC, PAC, ranting, sayap partai, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menandakan komitmen bersama dalam memperkuat mesin partai di tingkat akar rumput.
Pendidikan politik kali ini menghadirkan pemateri dari internal partai yang membekali para kader dengan wawasan ideologis, psikologis, sosiologis, hingga pragmatisme politik. Diskusi interaktif dan pemaparan materi berlangsung hangat, dengan fokus utama pada penguatan strategi pemenangan partai ke depan, baik di tingkat legislatif maupun eksekutif.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Cianjur, Hj. Lilis Boy, dalam sambutannya menegaskan tekad besar partai untuk bangkit dan meraih kemenangan signifikan pada Pemilu 2029 mendatang. Ia mengajak seluruh kader dari tingkat PAC hingga ranting untuk bergerak bersama tanpa perpecahan.
“Kita bekerja sama dengan DPD untuk membesarkan Partai Demokrat di Kabupaten Cianjur. Target kita adalah meraih kembali kursi DPR RI, kalau bisa dua kursi DPR RI dan dua kursi DPRD Jawa Barat dari Cianjur. Itu keinginan kita,” ujar Lilis Boy dengan penuh optimisme.
Ia menambahkan, saat ini partai memiliki lima fraksi di DPRD Cianjur yang menjadi modal awal untuk menjaring kader-kader terbaik. “Tadi dalam sambutan saya tekankan, kita harus solid, tidak ada perpecahan, kompak membesarkan partai ke depan. Insya Allah Partai Demokrat akan terus berusaha mendekat kepada masyarakat dan memberi yang terbaik untuk Kabupaten Cianjur,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPOKK DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Ahmad Bajuri, memaparkan pentingnya pendidikan politik sebagai bekal fundamental bagi kader. Menurutnya, partai membutuhkan kader yang tidak hanya paham politik praktis, tetapi juga memiliki fondasi ideologis yang kokoh.
“Pendidikan ini sangat dibutuhkan. Kami menjelaskan empat hal penting: bagaimana partai membutuhkan kader secara ideologis, psikologis, sosiologis, dan pragmatisme. Empat hal ini menjadi pilar utama,” jelas Bajuri di hadapan para peserta.
Ia merinci, secara ideologis, kader harus memiliki keyakinan kuat terhadap nilai-nilai perjuangan Partai Demokrat. Secara psikologis, kader diharapkan memiliki rasa percaya diri dan ketahanan mental dalam menghadapi dinamika politik. Secara sosiologis, jejaring partai harus kuat dan hadir di tengah masyarakat. Sedangkan secara pragmatis, target akhir adalah perolehan kursi dan kemenangan elektoral.
“Ini adalah infra untuk mencapai pragmatisme. Kami butuh kader yang punya idiologi cukup kuat, secara psikologi kami harapkan kader-kader punya rasa kekuatan, secara sosiologi jejaring kami harus kuat—DPC, anggota fraksi, semua punya jejaring yang solid dalam membantu masyarakat. Kami harapkan Cianjur bisa meraih kemenangan maksimal di 2029,” tuturnya.
Bajuri juga menyoroti potensi besar kader milenial dan perempuan (Srikandi) yang dinilai sebagai aset penting partai. Ia menyebut Ketua Umum Partai Demokrat yang saat ini masuk kategori milenial menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda.
“Kader milenial kita cukup bagus. Ini mungkin salah satu orientasi dari pada milenial. Ketua umum kita ini masuknya di milenial, sosoknya smart dan gagah, sehingga banyak komponen di bawah dua komponen yang sangat dominan terhadap milenial dan srikandi,” ungkapnya.
Ia berharap semangat kebersamaan dan pembekalan yang diberikan dapat melahirkan kader-kader unggul yang mampu duduk di kursi eksekutif maupun legislatif, sekaligus membawa Partai Demokrat semakin dicintai masyarakat Cianjur.
Di tengah agenda pendidikan politik, DPC Partai Demokrat Cianjur juga menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial partai yang tidak hanya fokus pada kontestasi elektoral, tetapi juga hadir untuk masyarakat kecil.
Para penerima santunan tampak antusias dan bersyukur atas perhatian yang diberikan. Kehadiran tokoh masyarakat dan pengurus partai dalam pembagian santunan ini menambah kehangatan suasana, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara partai dan warga.
Pendidikan politik ini menjadi momentum penting bagi seluruh elemen partai di Cianjur untuk menyamakan visi dan langkah. Dengan semangat “Soliditas Tanpa Batas”, DPC, PAC, ranting, serta sayap partai berkomitmen menjaga kesetiaan dan merawat “rumah besar” Demokrat agar semakin kokoh.
Acara ditutup dengan deklarasi bersama untuk bersatu padu menghadapi tantangan politik ke depan, serta doa agar perjuangan Partai Demokrat di Kabupaten Cianjur mendapatkan hasil terbaik pada Pemilu 2029.
(Oding/Jib)







