Buseronlinenews

Musdesus 2025 di Pasiran: Desa Satukan Kekuatan Bangun Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Pasiran – Pemerintah Desa Pasiran, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan desa. Hal ini dibuktikan melalui pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) Program Ketahanan Pangan Tahun 2025 yang digelar pada Jumat, 21 Februari 2025,Yang lalu di Aula Gedung Kerapatan Desa Pasiran, Jalan Abu Bakar, Dusun Imam Bulqin.

Kegiatan yang berlangsung penuh antusias tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintahan desa dan para pemangku kepentingan. Mulai dari PJ Kepala Desa Pasiran Arif Efendi, S.STP, M.A.P., Sekretaris Desa, Ketua dan anggota BPD, para Ketua Dusun, pendamping desa dan kecamatan, hingga RT/RW se-Desa Pasiran turut hadir menyumbangkan pandangan.

Tidak ketinggalan, tokoh masyarakat serta pelaku usaha tani yang menjadi ujung tombak sektor pangan di desa juga hadir memberikan masukan. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini menjadi bukti bahwa persoalan ketahanan pangan adalah agenda bersama yang harus dirumuskan secara kolaboratif.

Musdesus kali ini menjadi forum resmi untuk membahas dan menyepakati berbagai rencana kegiatan ketahanan pangan yang akan dijalankan melalui Dana Desa Tahun 2025. Mulai dari jenis kegiatan, penetapan kelompok penerima manfaat, hingga teknis pelaksanaan menjadi topik utama pembahasan.

Para peserta musyawarah juga menekankan pentingnya pengelolaan program yang tepat sasaran. Setiap kegiatan diminta mengacu pada potensi wilayah Desa Pasiran serta kebutuhan nyata masyarakat, khususnya pelaku usaha tani yang sangat terdampak perubahan iklim dan dinamika ekonomi.

Selain itu, transparansi dan partisipasi menjadi prinsip utama yang dijunjung dalam Musdesus. Pemerintah desa memastikan bahwa setiap keputusan harus melalui proses musyawarah bersama agar program yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan aspirasi masyarakat.

PJ Kepala Desa Pasiran, Arif Efendi, S.STP, M.A.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa sektor ketahanan pangan tidak bisa dikerjakan secara parsial. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan desa.

“Melalui forum ini, kita berharap program ketahanan pangan dapat memberi kontribusi nyata dalam peningkatan ketahanan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Arif dengan penuh optimisme. Ia menegaskan bahwa tantangan ketahanan pangan saat ini semakin kompleks dan membutuhkan perencanaan matang.

Arif juga menekankan agar seluruh perangkat desa bekerja profesional dalam menyusun dan melaksanakan program. Ia mengingatkan bahwa Dana Desa harus dikelola dengan akuntabel serta menghasilkan manfaat langsung bagi warga.

Musdesus ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan pada tahun sebelumnya. Peserta musyawarah menilai keberhasilan maupun kendala yang pernah terjadi, untuk menjadi dasar penyempurnaan program di tahun 2025.

Para pelaku usaha tani memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan harapan mereka. Beberapa mengusulkan peningkatan bantuan sarana produksi, pelatihan, dan pendampingan agar mampu menghadapi tantangan iklim dan fluktuasi harga pasar.

Pendamping desa dan kecamatan juga memberikan arahan teknis mengenai regulasi terbaru pengelolaan Dana Desa, sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat. Hal ini dilakukan agar program di Desa Pasiran tetap selaras dengan aturan yang berlaku.

Musyawarah berjalan kondusif dan penuh semangat. Setiap peserta diberikan ruang untuk memberikan ide, masukan, hingga kritik konstruktif. Suasana kebersamaan yang tercipta menunjukkan bahwa masyarakat Pasiran sangat peduli terhadap pembangunan desa.

Pada akhir kegiatan, disepakati sejumlah rencana program ketahanan pangan yang akan menjadi prioritas desa untuk Tahun 2025. Rencana tersebut diharapkan mampu memperkuat ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan para pelaku usaha tani.

Dengan berakhirnya Musdesus, Pemerintah Desa Pasiran optimis bahwa program ketahanan pangan tahun ini akan berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata. Harapan besar pun disematkan agar Pasiran menjadi desa yang semakin mandiri, sejahtera, dan tangguh dalam menghadapi tantangan pangan di masa depan.

Liputan wintoro