Sukabumi – Di balik perannya sebagai pelayan masyarakat, kehidupan Dadan (61), seorang Ketua RT di Kampung Ciherang RT 09/07, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, justru menyimpan ironi. Rumah yang ia tempati bersama keluarganya kini berada di ambang kehancuran.
Rumah Dadan, tampak bagian depan nya sudah mulai rapuh, bahkan Salah satu bagian sudutnya sudah ambrol, sementara bagian depan rumah juga nyaris ambruk yang kini hanya ditopang dengan tiang-tiang bambu seadanya, sungguh memprihatinkan bagi siapa saja melihat dan menyaksikan kondisi itu, Dadan menempati rumah itu bersama istri dan lima orang anak dengan satu cucu yang masih balita.
Dadan bersama Marpuah merupakan pasutri yang sabar menjalani hidup walaupun dengan segala keterbatasan ekonomi, Dadan untuk menghidupi anak-anak nya dari berjualan cilok dalam sekala kecil, sementara istrinya Marpuah mengelola kios kecil menjual jajanan anak sekolah. Namun penghasilan itu jauh dari kata cukup untuk memperbaiki rumah yang kian lapuk dimakan usia.
“Ya, saya kadang berjualan cilok di sekolah. Istri saya menunggui kios makanan anak sekolahan, tapi hasilnya hanya cukup untuk makan,” ujar Dadan lirih saat ditemui di kediamannya.

Rumah yang mereka tempati merupakan warisan orang tua. Seiring waktu, kondisinya semakin memburuk. Bahkan, saat hujan turun, keluarga ini harus berpindah-pindah tempat tidur untuk menghindari bocor.
“Kalau sedang tidur dan turun hujan, kami terpaksa mencari tempat yang tidak bocor. Bukan kami tidak berusaha memperbaiki, tapi kondisi keuangan kami tidak menentu,” tuturnya.
Sebagai Ketua RT, Dadan justru dikenal aktif mengusulkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) untuk warganya. Namun, nasib baik belum berpihak kepadanya.
“Sering saya mengajukan ke pemerintah untuk warga yang rumahnya tidak layak huni. Untuk saya sendiri, mungkin belum ada rezekinya,” katanya dengan senyum tipis.
Di tengah kondisi tersebut, beban keluarga bertambah. Marpuah kini harus membagi waktunya antara mengelola kios dan merawat cucunya yang masih bayi. Anak tersebut kini berada dalam asuhannya setelah sang ibu meninggal dunia sepekan lalu.
“Saya sekarang lebih banyak mengurus bayi ini. Ibunya meninggal minggu lalu, jadi kami yang merawat,” ujar Marpuah, sembari menggendong cucunya.
Kondisi rumah Dadan pun telah menjadi perhatian pemerintah desa. Kepala Desa Buniwangi, Dadan Hermawan, menyatakan bahwa pihaknya sudah berupaya mengajukan bantuan melalui berbagai program, termasuk rutilahu.
“Kami sudah mengajukan agar rumah tersebut mendapatkan bantuan. Ada kabar baik, rencananya akan dibantu perbaikannya oleh salah satu ormas di Kecamatan Surade,” ungkapnya.
Di tengah keterbatasannya, Dadan bersama keluarga bertahan menempati rumah itu, kendati rasa was-was dengan kondisi yang nyaris ambruk, keluarga ini tampak tidak lagi memiliki pilihan, selain harus menepis kekhawatirannya ditengah situasi kesulitan ekonominya, namun begitu Dadan juga masih menyimpan harapan dan keinginan untuku membangun kembali rumah nya, yaitu ingin memiliki rumah yang layak huni, sebagai tempat tinggal yang aman nyaman untuk ditempati.
Semoga dengan adanya berita ini ada dermawan yang dapat membantu meringankan beban saudara kita,
Resty Ap







