CIANJUR – Gemericik irama khas panggung dangdut berpadu dengan semangat kebersamaan yang membahana di GOR Chaplin AUFAHRISHA, Panembong, pada Sabtu (4/7/2026). Ribuan kader dan simpatisan memadati lokasi untuk merayakan Milad ke-11 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Fans Of Rhoma And Soneta (FORSA) Kabupaten Cianjur.
Bukan sekadar pesta ulang tahun, acara ini menjelma menjadi panggung penguatan ideologi organisasi sekaligus bukti nyata bahwa kecintaan pada musik dangdut dapat menjadi perekat sosial yang kuat di tengah modernitas.
Mengusung tema “Solidaritas Abadi untuk Dangdut Nusantara”, perayaan kali ini sengaja dikemas sebagai ajang silaturahmi akbar dan pesta rakyat yang merangkul seluruh elemen.
Kehadiran jajaran pimpinan FORSA tingkat pusat dan wilayah turut mewarnai kemeriahan, di antaranya Ketua Umum FORSA H. Januardi, SH., MH., Wakil Ketua Umum H. Ismail, serta Ketua DPW FORSA Jawa Barat H. Didin Suryadin, SE. Tak ketinggalan, para Ketua DPC FORSA se-Jawa Barat yang hadir menegaskan soliditas struktur organisasi yang selama ini terjalin erat.

Dalam sambutannya, mewakili Bupati Cianjur Kepala Kesbangpol, Amad Mutawali, menyampaikan apresiasi tinggi atas peran strategis FORSA dalam menjaga stabilitas sosial dan menularkan kegiatan positif di masyarakat. Menurutnya, eksistensi FORSA telah melampaui batas sekadar komunitas penggemar musik.
“FORSA adalah mitra pemerintah dalam membangun ketahanan masyarakat. Kami melihat bagaimana organisasi ini mampu menyalurkan energi positif anak muda melalui seni dan budaya, serta aktif dalam kegiatan sosial. Ini adalah modal sosial yang sangat berharga bagi Cianjur,” ujar Amad Mutawali di hadapan para hadirin.
Ketua DPC FORSA Kabupaten Cianjur, H. Agus Chandra, SE, menegaskan bahwa momen Milad ke-11 ini tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi menjadi titik tolak penyusunan program kerja yang lebih terarah dan modern.
“FORSA Cianjur ingin menjadi percontohan bahwa organisasi pecinta dangdut bisa tumbuh profesional, terstruktur, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai silaturahmi serta kebangsaan.
Kami berkomitmen melahirkan program yang tidak hanya menguntungkan anggota, tetapi juga membawa dampak sosial yang luas bagi masyarakat,” tegas Agus Chandra. Ia berharap Milad ini menjadi katalis bagi regenerasi kepemimpinan dan peningkatan kapasitas kreativitas di internal FORSA.
Selaras dengan hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana, Asep Sani (Chaplin), menyampaikan bahwa rangkaian acara dirancang untuk menjadi wahana ekspresi dan pengembangan bakat. “Kami ingin Milad ke-11 ini menjadi rumah bagi seluruh pecinta musik Rhoma Irama. Semangat kebersamaan inilah yang harus kita rawat dan wariskan kepada generasi berikutnya,” ungkapnya dengan penuh haru.
Puncak kemeriahan acara dimulai dengan gelaran lomba menyanyi lagu dangdut ciptaan H. Rhoma Irama yang diikuti oleh para peserta dari seluruh DPC FORSA se-Jawa Barat. Menariknya, lomba ini khusus diperuntukkan bagi peserta dengan usia minimal 40 tahun, sebuah langkah simbolis untuk menghormati para sesepuh dan pelestari musik dangdut klasik yang telah berkontribusi lama dalam perjalanan FORSA. Antusiasme peserta yang begitu tinggi membuktikan bahwa dangdut tetap abadi di hati para penggemarnya dari berbagai generasi.
Perayaan yang berlangsung hingga sore hari ini ditutup dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Sekretaris DPC FORSA Cianjur, Ace Muslihat, S.Ag, dalam sambutan penutupnya menyampaikan harapan agar FORSA terus menjadi organisasi yang dinamis, humanis, dan selalu berada di jalur positif.
“Semoga di usia yang semakin matang ini, FORSA semakin kokoh berdiri, menjadi pelindung bagi pecinta dangdut, dan terus memberikan kontribusi nyata untuk Cianjur yang lebih baik,” pungkasnya.
(Oding/Jib)







