Buseronlinenews

Masyarakat Titiakar Keluhkan Jalan Rusak, Dimana Dana Swakelola yang di anggarkan Dinas PUPR Bengkalis Tahun 2026

Rupat — Masyarakat Desa Hutan Panjang,kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis, keluhkan kondisi jalan rusak yang menghubungkan Desa Hutan Panjang menuju Desa Titiakar. Hingga Kamis, 22 Oktober 2026,

jalan yang dikeluhkan warga disebut belum kunjung diperbaiki, meskipun masyarakat berharap adanya perhatian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkalis melalui program pemeliharaan atau kegiatan swakelola.

Kondisi tersebut memunculkan kekecewaan di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan perhatian pemerintah daerah terutama kepada Bupati Bengkalis terhadap akses jalan yang mereka gunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Masyarakat menilai kondisi ini menimbulkan kesan bahwa jalan menuju Desa Hutan Panjang dan Desa Titiakar belum mendapatkan perhatian yang mereka harapkan. Warga pun mempertanyakan alasan perbaikan jalan di wilayah lain dapat dilakukan lebih cepat, sementara jalan yang mereka keluhkan hingga kini belum terlihat diperbaiki.

Salah satu perbandingan yang menjadi sorotan masyarakat adalah jalan dari arah Desa Kadur menuju Tanjung Punak. Menurut warga, jalan tersebut terlihat lebih cepat mendapatkan penanganan dibandingkan jalan penghubung Desa Hutan Panjang menuju Desa Titiakar.

“Mengapa jalan dari Desa Kadur menuju Tanjung Punak bisa lebih cepat diperbaiki, sedangkan jalan menuju Desa Titiakar yang kondisinya rusak belum juga mendapatkan penanganan? Kami juga masyarakat Kabupaten Bengkalis yang membutuhkan akses jalan yang layak,” demikian keluhan yang disuarakan warga.

Masyarakat berharap Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis dapat memberikan penjelasan mengenai dasar penentuan prioritas perbaikan jalan, termasuk pelaksanaan kegiatan yang menggunakan pola swakelola. Warga juga meminta agar kondisi jalan yang rusak segera ditinjau dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan di lapangan.
Bagi masyarakat, jalan yang layak bukan sekadar fasilitas pendukung, melainkan kebutuhan penting untuk menunjang mobilitas warga, mengangkut hasil usaha, serta mempermudah akses terhadap berbagai pelayanan.

Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya memperhatikan wilayah yang dinilai lebih cepat mendapatkan pembangunan, tetapi juga memberikan perhatian yang adil berdasarkan tingkat kerusakan jalan, kebutuhan masyarakat, dan kepentingan umum.

Masyarakat Meminta Penjelasan dan Tindakan Nyata
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis mengenai penyebab belum dilakukannya perbaikan jalan penghubung Desa Hutan Panjang menuju Desa Titiakar maupun dasar penentuan prioritas perbaikan jalan menuju Tanjung Punak.
Masyarakat berharap Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis segera memberikan penjelasan terbuka dan melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi jalan tersebut.

Warga juga berharap aspirasi mereka dapat ditindaklanjuti secara nyata, sehingga tidak muncul kesan adanya perbedaan perhatian dalam pembangunan infrastruktur antardesa.
Pertanyaan masyarakat kini tertuju kepada Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis: kapan jalan rusak menuju Desa Titiakar akan diperbaiki, dan apa dasar penentuan prioritas perbaikan jalan yang selama ini dilaksanakan?

Masyarakat menantikan jawaban serta langkah konkret pemerintah daerah agar akses jalan yang mereka butuhkan tidak terus dibiarkan dalam kondisi rusak.
Catatan sebelum berita diterbitkan:
Pastikan kondisi jalan dan belum adanya perbaikan telah didokumentasikan melalui foto atau video terbaru.

Jika memungkinkan, tambahkan nama warga atau tokoh masyarakat yang bersedia memberikan keterangan.
Konfirmasikan kepada Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis mengenai status kegiatan swakelola, jadwal perbaikan, serta alasan perbedaan waktu penanganan jalan

Nasri