Buseronlinenews

Lemah Tak Berdaya Anak Seorang Tukang Baso Alami Mikrosefalus

Cianjur- Terbaring lemah seorang anak tukang baso, di kampung bakom rt 02/02 Desa cikancana kecamatan sukaresmi kabupaten cianjur jawa barat, kini kondisi Muhamad Ilham terkulay lemah akibat menginap penyakit Mikrosifalus.

Penyakit yang di derita anak usia 5 tahun ini, adalah penyakit yang di bawanya sejak lahir, namun segala bentuk perjuangan seorang ayah sudah di pertaruhkan, walau hanya mendapatkan penghasilan alakadarnya.

Kini pengobatanya harus terhenti akibat keterbatasan ekonomi, walau pengobahan Muhamad Ilham menggunakan BPJS, namun beban biyaya untuk ongkos dan makan sehari hari di RS yang menjadi beban, mungkin akibat banyak kekurangan ahirnya ibunda Muhamad Ilham memilih untuk berhenti mengobati anaknya.

Menurut ibunda Muhamad Ilham, Asiah mengatakan, bukan tak ingin anak saya sembuh, namun faktor ekonomi yang membuat aku jadi terhenti mengobati anak, walau pengobatan menggunakan BPJS, namuna ada saja pengeluaran yang harus di keluarkan, seperti ongkos, biyaya makan dan kebutuhan lainya.

Makanya saya hanya bisa pasrah dengan keadaan, sebab sudah beberapa kali saya berusaha mengobati anak saya, namun belum terlihat adanya perubahan, hingga saat ini usia anak saya sudah 5 tahun, masih saja terkulai lemas, tidak bisa berjalan, tidak bisa bicara bahkan selalu menangis layaknya seorang bayi,” kata Asiah 14/04/25.

“Jadi saya sangat berharap anak saya bisa sembuh layaknya anak seusianya yang kondisinya normal, maka saya berharap ada uluran tangan baik dari para donatur maupun pemerintah, karena dengan keterbatasan saya, saya hanya bisa berdoa dan memohon pada alloh SWT, semoga ada orang yang bisa membantu pengobatan anak saya walau dari mana datangnya,” ungkapnya.

Dengan situasi seperti ini kami bersama suami meminta, semoga ada uluran tangan yang dapat membantu kesembuhan bagi anak kami dengan cara mengobati, karena kami sudah berjuang sepenuhnya, namun apaladaya karena kami hanya bisa berharap, tisak bisa memaksakan pengobatan anak kami, karena kami hanyalah sekedar pedagang kecil dengan modal pun sangat lah kecil, berapa untung jualan baso, dan tidak cukup untuk biyaya pengobatan anak kami,” pungkasnya.

Rafli hidayat