Buseronlinenews

Larangan Tanaman Sawit Oleh KDM Di Sambut Antusias Warga Sukabumi

Sukabumi – Warga Sukabumi menanggapi dan mendukung larangan Tanaman sawit di Jawa barat oleh KDM pada Senin 29 Desember 2025, warga Sukabumi khususnya warga Cikidang dan Cibadak berikan acungan jempol kepada KDM, 31/12/2025.

Warga Cikidang dan Cibadak merespon baik larangan yang di keluarkan oleh Gubernur Jawa barat kang Dedi Mulyadi (KDM), masyarakat Cikidang melalui ketua koalisi rakyat bersatu (KORSA) Imran Firdaus menyatakan, kami mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Barat, karena ini merupakan langkah pencegahan terhadap seringnya terjadi bencana, apalagi belakangan ini juga Sukabumi sering dilanda musibah bencana banjir bandang dan longsor.

Maka dari itu Sukabumi sebelum mengalami kerusakan yang lebih parah lagi, sebaiknya harus terfokus kepada pencegahan, yaitu dengan mengembalikan semuanya kepada habitatnya, hutan kembali menjadi hutan yang terlindungi dari tangan-tangan yang tampak dan rakus, perkebunan dikembalikan lagi kepada kebun yang ramah lingkungan, dengan tidak merusak tatanan kehidupan dan ekosistem, sehingga terjaga keseimbangan alam ini dengan sempurna, sehingga pada saat musim hujan tidak menimbulkan longsor dan banjir, dan pada saat musim kemarau pun tidak kekurangan air, ungkapnya.

Untuk itu kami masyarakat Sukabumi khusunya warga Cikidang dan Cibadak, kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh peraturan atau larangan yang dikeluarkan oleh KDM, seperti baru-baru ini, ia mengeluarkan surat edaran tentang larangan penanaman kelapa sawit di wilayah Jawa barat.

Surat tersebut yang ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota, yang ditanda tangani di bandung pada Senin 29 Desember 2025, yaitu larangan penanaman baru atau budi daya kelapa sawit, yang berlaku untuk seluruh wilayah baik dilahan masyarakat, badan usaha maupun pihak lain, kan itu keren ujarnya dengan nada semangat.

Sehingga beliau juga memerintahkan kepada bupati dan wali kotanya, untuk lahan yang sudah terlanjur ditanami sawit, pemerintah daerah diminta melakukan penggantian atau alih komoditas secara bertahap, pengalihan tersebut diarahkan ke komoditas perkebunan unggulan Jawa barat, atau unggulan daerah setempat sesuai dengan kondisi agro ekologi daya dukung lingkungan serta karakteristik wilayah, jelas Imran saat menjelaskan aturan dan larangan yang dikeluarkan KDM.

Dedi Mulyadi resmi larang kelapa sawit di Jawa barat, karena sawit dibutuhkan lahan yang sangat luas, sementara kondisi geografis Jawa Barat tidak mendukung, Dedi juga menyoroti dampak lingkungan dari kebun sawit yang sudah ada disejumlah daerah di Jawa barat, salah satu adalah warga sering kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Ditambahkan lagi Dedi Mulyadi, enam bulan yang lalu ia juga menerima laporan terkait rencana budidaya sawit di lereng gunung Ceremai Cirebon, namun rencana tersebut dibatalkan atas permintaan KDM melalui pemerintah setempat agar tidak memberikan ijin untuk penanaman sawit.

Karena hari ini masyarakat baru merasakan ada bencana, baru lah eungeuh, nah kalau saya sih, diluar dari peruntukannya dan bukan tanaman habitatnya, ya sudah ganti saja dengan tanaman lain, untuk itu saya sudah meminta kepada dinas perkebunan untuk membuat surat edaran atau pergub, larangan untuk budi daya sawit di Jawa barat dari sejak sekarang, tegas KDM dikutip dari kanal you tube nya Tribunnews update.

Walaupun dulu sudah ada di Sukabumi dan di Subang, seperti di Subang itu keluhan masyarakat itu kekurangan air, jadi saya membuat larangan itu karena Jawa barat itu kan wilayahnya kecil dan sempit, sementara sawit itu membutuhkan areal yang sangat luas, jadi untuk areal jawa barat kan cocoknya tanamannya Teh, kopi dan karet.

(Resty Ap)