Buseronlinenews

Lamandau: Warga Desa Bayat Tuntut Pengelolaan Koperasi Bukit Lumut

Buseronlinenews: Dugaan penguasaan dan penggunaan lahan potensi Desa Bayat, Kecamatan Belantikan Raya, Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah sebagai lahan plasma warga Desa Sekoban melalui Koperasi Bukit Lumut menjadi salah satu poin orasi warga.

​Lahan tersebut dikelola oleh Koperasi Bukit Lumut yang bermitra dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT FLTI.

​Poin ini disampaikan warga Desa Bayat saat pertemuan dengan Bupati Lamandau pada Senin, 16 Februari 2026, di Kantor Bupati Lamandau sebagai tuntutan utama.

​Bentuk keberatan dan kekecewaan atas lahan plasma Koperasi Bukit Lumut yang diketuai oleh Arti (warga Desa Sekoban) disampaikan oleh Sabda Wito dan Mikihut kepada awak media pada Sabtu (21/02/2026) di Kota Nanga Bulik.

​Sabda Wito dan Mikihut menjelaskan bahwa dalam pertemuan yang dipimpin langsung oleh Bupati Lamandau tersebut, secara keseluruhan tuntutan warga diterima.

​Namun, poin yang berkaitan dengan keberadaan usaha Koperasi Bukit Lumut di Desa Bayat masih ditunda (dipending) oleh pihak pemerintah.

​Warga Desa Bayat secara tegas menolak jika pengelolaan lahan seluas 102 hektar tersebut harus dibagi dua atau fifty-fifty (50-50).

​Intinya, warga menuntut 100% pengelolaan atas lahan di Desa Bayat yang selama ini dikuasai Koperasi Bukit Lumut yang bermitra dengan PT FLTI tersebut.

​Tidak ada kantor sekretariat Koperasi Bukit Lumut di Desa Bayat, ungkap Sabda Wito.

​Dalam pertemuan di Kantor Bupati, Bupati Rizky Aditya Putra berjanji akan mengagendakan kembali pertemuan antara warga Desa Bayat dengan pengurus Koperasi Bukit Lumut.

​Pertemuan lanjutan tersebut akan membahas keberadaan lahan plasma dan status pengelolaan ke depannya atas lahan 102 hektar tersebut, terang Mikihut yang didampingi Sabda Wito.

​Semoga Bupati Rizky mengambil keputusan yang bijaksana dalam pertemuannya nanti, mengingat selama ini tidak ada keuntungan bagi masyarakat Desa Bayat atas keberadaan usaha plasma Koperasi Bukit Lumut, ucap Sabda Wito mengakhiri.

(Marboen)