Buseronlinenews

Kunjungan Komisi I dan II ke Desa Telukpinang, Studi Koperasi Merah Putih

Bogor – Komisi I dan Komisi II melakukan kunjungan kerja ke Desa Telukpinang dalam rangka mempelajari pengelolaan desa dan koperasi, khususnya Koperasi Merah Putih yang dinilai sukses meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyampaikan bahwa Desa Telukpinang dipilih karena menjadi salah satu desa percontohan dalam pengembangan koperasi.

Koperasi Merah Putih diketahui mampu menghasilkan omzet hingga sekitar Rp50 juta dalam kurun waktu satu tahun.

Pimpinan koperasi menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak diraih dengan mudah.

Dibutuhkan kerja sama yang kuat antara anggota koperasi dan masyarakat sekitar desa.

Hingga saat ini, koperasi telah memiliki enam gerai yang seluruhnya dibangun dari swadaya masyarakat tanpa bantuan pemerintah.

Hal ini menjadi perhatian penting bagi rombongan, bahwa pembangunan koperasi tidak selalu harus bergantung pada dana pemerintah, melainkan dapat tumbuh dari partisipasi aktif masyarakat desa itu sendiri.

Selain itu, koperasi juga telah berperan dalam mendukung berbagai sektor, termasuk fasilitas program MBG, serta menjalin kerja sama dengan BUMN, yakni Perum Bulog.

Rombongan menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Koperasi Merah Putih dan berharap dapat meniru konsep tersebut untuk diterapkan di daerah asal mereka, yaitu Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Mereka juga berencana menyampaikan hasil kunjungan ini kepada pemerintah daerah setempat.

“Koperasi menjadi salah satu upaya strategis dalam membangkitkan ekonomi masyarakat. Dengan adanya wadah seperti ini, pelaku usaha di bidang pangan dan pertanian dapat lebih mudah menyalurkan hasil produksinya dan bersaing di pasar,” ujar salah satu anggota rombongan.

Sementara itu, Kepala Desa Telukpinang, Ahmad Ripai, sebelumnya juga pernah melakukan kunjungan ke Kalimantan Selatan, tepatnya ke Kota Amuntai, dalam rangka menjalin silaturahmi dan berbagi pengalaman antar daerah.

Ke depan, Koperasi Merah Putih menargetkan pengembangan hingga 16 gerai di setiap RT.

Saat ini, jumlah gerai yang telah beroperasi sebanyak enam unit, dan diharapkan terus berkembang.

Rombongan berharap Desa Telukpinang dapat terus meningkatkan perencanaan dan pencapaian targetnya, serta menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis masyarakat.

(Asep Saputra)