Buseronlinenews : Lalui ADD – DD saat ini seluruh desa sudah bisa membangun fasilitas – fasilitas umum yang menjadi kebutuhan masyarakat desa dengan pengelolaan sendiri dimana Kadesnya sebagai pengguna anggaran membangun dengan dasar skala prioritas sesuai hasil musyawarah perencanaan pembangunan (Musrembang, red) di desanya.
Seperti pak Naman kades Sungai Bengkuang kecamatan Pangkalan Banteng kabupaten Kotawaringin Barat provinsi Kalimantan Tengah, dilantarankan adanya komplain dari pihak pengelola sekolah dasar (SD, red) serta keinginan dari Karang Taruna di Musrembang desa Sungai Bengkuang, maka pemerintah desa Sungai Bekuang di Tahun Anggaran 2023 membangun sarana olah raga berupa fasilitas lapangan bola voli yang baru walaupun dilingkungan lokasi tersebut ada lapangan bola voli yang lama yang dibangun di tahun 2016 yang lalu.
Menjadi topik pembicaraan serius beberapa warga setempat atas pembangunan lapangan bola voli yang baru sementara masih layak guna lapangan bola voli yang lama dan menurut warga masih banyak yang perlu didahulukan bangunan fisik yang di bangun yang menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat selain lapangan bola voli, seperti yang didengar awak media selama ini dari info masyarakat.
Pembicaraan serius beberapa warga yang menjadi informasi yang diterima awak media, melalui Via telpon seluler (19/5) awak media mengkonfirmasi informasi tersebut ke pak Naman selaku kades Sungai Bengkuang, ditanyakan terkait adanya pembangunan lapangan bola voli yang baru, kades Sungai Bengkuang ini menyampaikan kepada awak media bahwa pembangunan lapangan bola voli yang baru itu dilantarankan bangunan lapangan bola voli didesa yang pertama di bangun ditahun 2016 – 2017 sudah rusak dan penempatannya juga salah, penempatannya di lokasi lapangan sepak bola akhirnya lapangan sepak bola itu menggeser lokasi SD dan itu menjadi permasalahan, karena dulu tanpa musyawarah disitulah menjadi kesalahan tempat hingga pihak SD komplain karena lokasi SD berkurang karena di geser dan dinas pendidikan pun komplain terhadap desa,” terang pak Naman Kades ini.
Lanjut kades Sungai Bengkuang ini lagi kepada awak media, bahwa Karang taruna di musrembang minta dibikinkan lapangan bola voli yang baru yang di luar lapangan sepak bola dan sudah saya buatkan di belakang aula itu lapangan bola voli yang baru.
Disinggung awak media siapa kepala desanya saat itu di pembangunan lapangan bola voli yang pertama, pak Naman kades ini menyampaikan bahwa saat itu kadesnya pak Walter rusola dan beliau lah yang meminta dibangunnya lapangan bola voli yang pertama yang berujung lapangan sepak bola menggeser ke lokasi SD ya jadi
jalannya melengkung – melengkung akhirnya jalan desanya membelok,” paparnya kades ini yang mengaku pembangunan lapangan bola voli yang baru ini ditahun 2023 dan menelan anggaran sebesar .kurang lebih 157 juta rupiah.
Dokumen dan laporan ada dan sudah diperiksa pihak kecamatan, inspektorat serta juga intansi – intansi terkait dan mereka sudah memeriksa fisik dan pembukuan, saat ini lapangan bola voli yang baru dipake siang dan malam untuk berlatih yang lama itu ngak dipake, anak – anak memake yang baru terus dan lapangannya dibuatkan pagar keliling juga ada penerangan lampu agar bisa digunakan berlatih di malam hari,” ungkap kades Naman kadesnya desa Sungai Bengkuang ini.
Terkait usaha Bumdes yang ditanyakan awak media, Kegiatan usaha Bumdes ada tapi hasilnya nipis (kecil, red) dan ini saya bekukan dulu karena tidak sesuai dengan modal usaha atas hasilnya, modal awal masih ada dan akan saya simpan di rekening Bumdes atau kalau boleh di depositokan biar bunganya banyak sambil menunggu penggurus Bumdes yang baru yang dianggap semua pihak bisa bekerja, ini barusan membentuk koperasi merah putih dan ini menjadi perhatian dan pekerjaan baru bagi semua kades, kalau bisa dicek lapangan kalau ada yang melapor, bisa bapak turun ke desa kalau ada waktu dan saya siap di periksa siapa pun atas kegiatan saya itu,” katanya kades Sungai Bengkuang kepada awak media mengakhiri penyampaiannya di via telpon seluler.
Agar diketahui bahwa wartawan yang juga dikenal sebagai jurnalis sipatnya mengumpulkan data dan informasi dengan bertanya maupun konfirmasi, menyusun serta menyebarkan informasi penting kepada publik melalui media massa, bukan memeriksa pak. (Mr boen 025) Kalimantan.







