CIANJUR – Sebuah pertarungan aspirasi yang menegangkan dan penuh perhitungan mewarnai Musyawarah Rencana Pembangunan (MUREMBANG) Kelurahan Bojongherang, Senin (12/1/2026). Di balik dinginnya dinding Aula Kelurahan, terjadi “pertempuran” demokrasi tingkat akar rumput yang sangat alot.
Sebanyak 22 Rukun Warga (RW) harus bersaing ketat untuk memperebutkan alokasi dari Anggaran Dana Kelurahan 2026 yang jumlahnya sangat terbatas: hanya Rp 200 juta.
Dengan kebutuhan infrastruktur yang menumpuk, dari jalan rusak hingga akses air bersih, pertemuan itu berubah menjadi ajang lobi dan argumentasi yang sengit.
Hanya tiga proposal yang akhirnya berhasil lolos seleksi ketat. Salah satu pemenangnya adalah RW 15, yang kemenangannya diyakini Ketua RW 015, Yayan Sopandi Aziz atau Boyan, dibalut oleh kekuatan spiritual.
“Ini berkat doa dari anak yatim beserta seluruh warga RW 15. Terima kasih ya Allah,” ucap Boyan dengan suara bergetar penuh syukur, seolah melepas beban tekanan yang ia rasakan selama proses negosiasi berlangsung.
Prosesnya digambarkan sangat berat. Bayangkan, Rp 200 juta harus dibagi untuk memenuhi harapan 22 RW. Boyan, dengan didampingi secara solid oleh Ketua RT 01, Andri, tampil gigih membela proposal warganya.

Keberhasilan mereka bukan sekadar kemenangan administratif, melainkan bukti kolaborasi antara pengurus dan warga, yang diperkuat oleh keyakinan.
“Perjuangan kami di ruang itu sangat berat. Tapi keyakinan dan dukungan warga, termasuk doa tulus dari anak-anak yatim, memberi kami kekuatan ekstra. Ini kemenangan bersama,” tutur Andri, menggambarkan intensitas momen tersebut.
Boyan juga tak lupa mengapresiasi seluruh unsurnya. “Terima kasih juga kepada Ketua RT 01, Pak Andri, yang telah mendampingi. RT 02 yang tidak bisa hadir juga telah memohon izin dan doa dukungan. Alhamdulillah diijabah,” tambahnya.
Namun, kemenangan ini baru awal. Menurut Boyan, langkah selanjutnya adalah survei lapangan yang akan segera dilaksanakan. Ia kembali memohon dukungan dan doa dari semua pihak agar proses pengerjaan berjalan lancar dan penuh berkah. “Mohon doa agar keputusan MUREMBANG ini membawa kemaslahatan dan dapat segera diwujudkan,” pungkasnya.
MUREMBANG sendiri merupakan forum partisipatif warga untuk menyepakati prioritas pembangunan menggunakan dana kelurahan. Kisah di Bojongherang ini memperlihatkan betapa demokrasi dan perjuangan untuk kesejahteraan dimulai dari ruang rapat paling bawah, di mana setiap suara dan setiap doa dihitung.
(Oding/AS)







