Demak – Hari ini Jumat 16 Oktober 2026, telah dilaksanakan acara penutupan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI), yang telah berlangsung selama 3 hari sejak Rabu, Kamis, dan Jumat di Makodim Demak / 0716.
Hadir pada kesempatan itu Ibu Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E., Dandim Demak, Ka. Bakesbangpol, dan perwakilan guru SMA / MA se-Kabupaten Demak, termasuk dari MA NU Mazro’atul Huda Karanganyar, yang diwakili Bp. Kuswanto, S.Pd.I.
Dalam sambutannya Bupati Demak menyampaikan, “Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) dan seluruh panitia penyelenggara yang telah menginisiasi kegiatan ini.
Kepada seluruh peserta, saya menyampaikan selamat karena telah mengikuti rangkaian kegiatan KKRI dengan penuh semangat, kedisiplinan, dan tanggung jawab,” jelasnya.

Korps Kadet Republik Indonesia merupakan ruang pembentukan karakter generasi muda agar memiliki jiwa nasionalisme, semangat bela negara, kepemimpinan, serta rasa tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
Kita memahami bahwa tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks.
Maka dari itu, generasi muda harus dibekali dengan nilai-nilai disiplin, kejujuran, kerja keras, gotong royong, toleransi, dan cinta tanah air, tambahnya.
Bangsa yang kuat tidak hanya dibangun oleh kemajuan teknologi dan kekuatan ekonomi, tetapi juga oleh karakter generasi mudanya.
Inilah pentingnya pembinaan melalui KKRI.
Kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan kesadaran bahwa menjadi warga negara yang baik berarti siap menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menaati aturan, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Di akhir arahannya ke peserta, beliau menambahkan, “Dengan berakhirnya kegiatan ini, bukan berarti berakhir pula proses pembelajaran yang telah kalian jalani.
Justru, setelah kembali ke sekolah, keluarga, dan lingkungan masing-masing, saat itulah nilai-nilai yang telah dipelajari harus benar-benar diterapkan, antara lain:
Pertama, jaga disiplin dan integritas.
Jadilah generasi yang menghargai waktu, menaati aturan, berkata jujur, dan berani bertanggung jawab atas setiap tindakan.
Kedua, tumbuhkan jiwa kepemimpinan dan semangat kebersamaan.
Pemimpin yang baik adalah orang yang mampu memberikan teladan, mendengarkan orang lain, dan mengutamakan kepentingan bersama.
Ketiga, cintai tanah air melalui tindakan nyata.
Tidak harus menunggu menjadi pejabat, anggota TNI, atau tokoh masyarakat untuk mengabdi kepada bangsa.
Belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru dan orang tua, menjaga lingkungan, membantu sesama, serta menjauhi perilaku negatif merupakan bentuk nyata pengabdian kepada negara.
Ingatlah, masa depan Kabupaten Demak dan Indonesia berada di tangan generasi muda yang hari ini sedang mempersiapkan diri.
Jangan mudah menyerah menghadapi tantangan.
Jangan terpengaruh oleh hal-hal yang merusak masa depan.
Jadilah generasi yang tangguh, berkarakter, berprestasi, dan mampu membawa perubahan positif,” pintanya.
Pemerintah Kabupaten Demak berkomitmen untuk terus mendukung upaya pembinaan generasi muda melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dunia pendidikan, keluarga, dan masyarakat.
Maka, mari kita jadikan KKRI sebagai bagian dari upaya bersama untuk menyiapkan generasi penerus yang mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan nilai-nilai Pancasila, dan berkontribusi dalam mewujudkan Kabupaten Demak yang semakin Bermartabat, Maju, dan Sejahtera.
(Mahfud)







