Kuningan – Keberhasilan mewujudkan pendidikan yang berkualitas menjadi prioritas Dewi Pramukawati, S.Pd, dalam memimpin SMPN 2 Garawangi. Salah satu strategi yang dilaksanakannya adalah dengan menjalin sinergi dengan semua elemen masyarakat.
Komitmen dalam menjalin sinergi untuk pendidikan berkualitas, dilakukan bersama unsur forum komunikasi pimpinan kecamatan (forkompim) antara lain Camat Garawangi, Kapolsek Garawangi, Danramil Garawangi, KUA Garawangi, dan Korwil Pendidikan Kecamatan Garawangi. Selain itu, komitmen bersama juga di lakukan bersama jajaran Kepala Desa yakni Desa Pakembangan, Desa Kutakembaran, Desa Gewok, Desa Cirukem, Desa Kadatuan dan Kepala Desa Pamupukan sebagai desa-desa penyangga sekolah. Sedangkan dari sekolah dasar yang merupakan sekolah penyangga diantaranya, SDN Pakembangan, SDN Kutakembaran 1 dan 2, SDN Gewok, SDN Cirukem, SDN Kadatuan dan SDN Pamupukan.
Komitmen bersama tersebut diwujudkan melalui kegiatan Deklarasi Sinergi Pendidikan yang dilaksanakan, Selasa 14 April 2026 di lapang upacara SMPN 2 Garawangi.

“Deklarasi Sinergi Pendidikan ini sebagai upaya mewujudkan pendidikan berkualitas dengan upaya melalui 7 poin komitmen bersama, yang dihadiri Forkompimcam, Kepala Desa penyangga sekolah, SD penyangga, komite sekolah dan Dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan serta Ketua MKKS SMP Kabupaten Kuningan,”ucap Dewi, Senin (18/5) di ruang kerjanya.
Tujuh komitmen tersebut antara lain:
- Mendukung penuh pendidikan berkualitas di SMPN 2 Garawangi.
- Membangun kolaborasi yang harmonis dan berkelanjutan antar seluruh pemangku kepentingan.
- Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik.
- Menanamkan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan yang luhur kepada seluruh peserta didik.
- Mendukung implementasi program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam kegiatan sehari-hari.
- Berperan aktif dalam menjaga generasi muda dari pengaruh negatif yang dapat merusak moral dan karakter bangsa.
- Menguatkan peran serta masyarakat dalam mendukung kemajuan SMPN 2 Garawangi.
Kolaborasi yang dijalin tersebut, dikatakan Dewi, sebagai salah satu upaya sekolah untuk kemajuan pendidikan di SMPN 2 Garawangi. “Karena pendidikan maju dan berkualitas bukan hanya tanggungjawab civitas sekolah, oleh karenanya butuh kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ulasnya.
Menurut Kepala Sekolah yang baru memimpin SMPN 2 Garawangi sekitar 5 bulan ini. Selain komitmen yang terjalin, Ia memiliki beban dengan fisik bangunan kelas yang sudah mengalami kerusakan. “Jumlah siswa di sekolah kami sebanyak 550 siswa, tentunya dalam menunjang pendidikan yang berkualitas butuh sarana yang representatif,”tuturnya.
Dikatakan Dewi, Mengharapkan dapat Bantuan Pusat Revitalisasi.Rehab sekolah SMP 2 Garawangi berdasarkan data, terdapat kerusakan ruang kelas 6 lokal kelas 7, 6 lokal ruang kelas 8, ruang guru, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, mushola dan toilet
“Kami berharap kerusakan bangunan dapat segera memperoleh alokasi anggaran untuk perbaikan. Dengan dukungan semua aspek yang bagus, kegiatan belajar mengajar berjalan baik dan pendidikan yang maju dan berkualitas benar-benar terwujud,” ujarnya.
(Baim/Alex)







