Cianjur – Sebanyak 400 wajah baru dengan penuh semangat memadati halaman SMP Negeri 1 Cikalongkulon pada Rabu (15/7/2026).
Kegembiraan terpancar dari para remaja yang baru saja meninggalkan bangku Sekolah Dasar itu, menandai dimulainya babak baru dalam kehidupan mereka sebagai pelajar tingkat menengah pertama.
Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan upacara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang secara resmi dibuka oleh Kepala SMPN 1 Cikalongkulon, Dedi Suhendri, S.Pd., M.M.
Kegiatan yang berlangsung tertib ini menjadi pintu gerbang awal bagi para siswa baru untuk beradaptasi dengan ekosistem pendidikan yang lebih dinamis.

Tidak hanya dihadiri oleh 400 peserta didik baru, upacara pembukaan ini juga diikuti oleh jajaran dewan guru, tenaga kependidikan, serta pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang berperan sebagai pendamping selama masa pengenalan.
Dalam sambutannya yang penuh motivasi, Dedi Suhendri menyampaikan sambutan hangat sekaligus arahan strategis kepada para siswa baru.
Ia menegaskan bahwa momen naiknya jenjang pendidikan dari SD ke SMP bukan sekadar perpindahan fisik atau administrasi, melainkan sebuah lompatan kualitatif yang menuntut peningkatan kapasitas intelektual dan emosional.
“Mulai hari ini, kalian bukan lagi anak Sekolah Dasar. Kalian telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar SMP Negeri 1 Cikalongkulon. Bertambahnya usia dan naiknya jenjang pendidikan harus diiringi dengan bertambahnya kecerdasan, kedewasaan, serta karakter yang baik,” ujar Dedi Suhendri dengan tegas di hadapan para peserta upacara.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan di era modern ini tidak lagi hanya diukur dari angka-angka di rapor atau prestasi akademik semata.
“Keberhasilan sejati diukir dari kemampuan siswa dalam menerapkan nilai-nilai normatif, kedisiplinan, tanggung jawab, serta akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang cerdas adalah mereka yang mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, lalu memilih untuk melakukan kebaikan. Itulah karakter utama yang terus kami tanamkan di sini,” tegasnya.
Kepala sekolah yang dikenal dengan gaya kepemimpinan visionernya itu memaparkan bahwa SMPN 1 Cikalongkulon terus menggalakkan budaya positif melalui serangkaian pembiasaan (habituation).
Beberapa poin penting yang ditekankan adalah disiplin bangun pagi, rutinitas ibadah, menjaga kesehatan fisik, penghormatan kepada guru, serta penguatan nilai-nilai sosial seperti kerja sama, saling menghargai, dan kepedulian terhadap sesama.
“Kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kepintaran otak kiri, tetapi juga oleh karakter, keterampilan hidup (life skills), dan akhlak yang baik. Semua itu harus dibangun melalui pembiasaan sejak dini. Kami di sini tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik jiwa,” pungkas Dedi Suhendri di akhir amanatnya.
Menutup rangkaian sambutannya, Dedi Suhendri menyampaikan harapan besarnya agar seluruh rangkaian MPLS yang berlangsung selama beberapa hari ke depan dapat menjadi fondasi yang kuat bagi para siswa baru.
“Kami berharap seluruh murid baru dapat mengikuti MPLS dengan sungguh-sungguh. Ikuti setiap sesi dengan penuh antusiasme dan rasa ingin tahu. Semoga melalui proses ini, mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, berprestasi, dan berakhlak mulia. Generasi yang kelak mampu membanggakan orang tua, sekolah, masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
Dengan dimulainya MPLS tahun ajaran 2026/2027 ini, SMPN 1 Cikalongkulon menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul dalam ujian, tetapi juga unggul dalam ujian kehidupan.
(DN)







