CIANJUR – Tawa pecah, pelukan hangat, dan sorak-sorai penuh sukacita memecah kesunyian pagi di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur, Senin (29/12/2025).
Lebih dari sekadar acara olahraga, pagi itu adalah pesta reuni yang dinanti. Ratusan pegawai, khususnya yang bertugas di pelosok, akhirnya bertemu setelah lama terpisah oleh jarak dan medan tugas.
Puncak peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 ini bertema “Junjung Tinggi Sportivitas” dan berhasil menyatukan kompetisi sehat dengan ikatan kekeluargaan.
Tiga cabang olahraga—bola voli, tenis meja, dan bulu tangkis—dipertandingkan dengan sengit, diikuti oleh atlet terpilih hasil seleksi dari enam wilayah kecamatan.
“Ini momen pelepas rindu yang hakiki. Di lapangan, kami bersaing habis-habisan. Di luar garis, kami duduk bersama, berbagi cerita dan kopi. Kami adalah keluarga,” ujar seorang peserta dari Cianjur Selatan, menggambarkan atmosfir yang tercipta.
Namun, hari kedua, Selasa (30/12/2025), menyajikan momen paling inspiratif. Dari cabang tenis meja, muncul seorang juara yang kisahnya menyentuh hati: Paramita Kurnia Damayanti S.Pd., seorang guru dari MTs. YANURIS Ciranjang (Wilayah III).
Dengan permainan tajam dan mental baja, guru yang bertugas di daerah ini berhasil mengalahkan semua rivalnya dan naik ke podium juara pertama. Kemenangannya bukan sekadar tentang piala.

“Ini sangat spesial. Ini adalah bukti bahwa dedikasi dan kerja keras, di mana pun kita ditempatkan—bahkan di daerah—bisa melahirkan prestasi yang membanggakan,” tutur Paramita dengan mata berkaca-kaca, suaranya bergetar penuh syukur.
Ia menambahkan, “Piala ini untuk wilayah dan sekolah saya. Namun, energi yang menggerakkan saya datang dari dukungan rekan-rekan seperjuangan di sini. Kita saling menguatkan.”
Kemenangan Paramita menjadi simbol sempurna dari semangat acara ini: prestasi individu yang lahir dari rahim kebersamaan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini terbukti sukses bukan hanya mengasah ketangguhan fisik, tetapi terlebih dalam merajut kembali ikatan yang renggang akibat jarak.
Dalam catatan manis HAB ke-80 Kemenag Cianjur, sportivitas dan solidaritas benar-benar dinobatkan sebagai juara sejati, mengukuhkan bahwa fondasi kekeluargaan adalah kekuatan terbesar untuk mencapai kinerja yang unggul dan berdampak bagi masyarakat.
Acara ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan silaturahmi ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi roh yang hidup dalam keseharian.
(Oding/AS)







