Buseronlinenews

Kapal AL 01 Terbakar di PPI Ketapang Muat BBM Milik Bos Dodi

Buseronlinenews.com – Peristiwa nahas ledakan yang disusul dengan api besar dari Kapal Motor Anugerah Lautan 01 (KM AL 01) yang masih bersandar di salah satu Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) di Jl. Hayam Wuruk, Desa Suka Bangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat saat ini kembali menjadi sorotan pemberitaan berbagai media massa.

Kejadian nahas terjadi di malam hari pada hari Sabtu tanggal 2 Mei 2026 yang lalu pada pukul 22.30 WIB.

Dua orang meninggal dunia dan 3 orang alami luka bakar berat dan ringan akibat dari peristiwa nahas ledakan dan terbakarnya KM Anugerah Lautan 01 yang saat ini kapal tersebut tenggelam persis di samping dermaga PPI milik DKP Provinsi Kalimantan Barat yang menjadi TKP ledakan tersebut, saat ini penyidik telah berikan tali kuning (Police Line) sebagai pembatas TKP.

Diketahui KM Anugerah Lautan 01 milik Mat Kuraidi, warga Desa Tanjung Satai, Dusun Tanjung Harapan, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat.

Bos Dodi disebut-sebut yang diduga sebagai pihak pemberi order pekerjaan kepada almarhum Ishaq, pihak pengelola KM Anugerah Lautan 01 yang juga salah satu dari korban ledakan kapal tersebut.

Sampai saat ini infonya Bos Dodi belum berikan bentuk perhatian dan tanggung jawabnya ke pihak korban dan keluarga korban, justru bentuk perhatian dan santunan didapatkan para korban dan keluarganya dari Riyan Ardi dan Mia Gayatri yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Ketapang.

Masih di Desa Suka Bangun Dalam, awak media (31/5) konfirmasi dengan Widi, salah satu rekan kerja almarhum Ishaq yang sedikit mengetahui kronologis sebelum kejadian ledakan dan saat ledakan kapal terjadi.

Widi (36) yang akrab disapa Buntal oleh rekan-rekannya sesama nelayan kepada awak media di kediamannya di Jalan Suka Bangun, Jembatan Pematang Darat menyampaikan bahwa saat meledak posisi saya masih di pinggir jalan dan masih dapat melihat dengan jelas karena jaraknya kurang lebih sekitar 50 meteran.

Saya disana rencana mau mengecek situasi kapal saya yang saya kelola.

Malam sekitar jam sebelas kurang, saya mendengar ledakan keras dan saya lihat kapal sudah pecah dan tenggelam di saat itu ada api yang keluar dari dalam kapal nahas tersebut.

Sebelum meledak dan terbakarnya kapal, di siang hari saya melihat dump truck muatan BBM di tepi jalan masih dekat dengan lokasi ledakan kebakaran mengisi drum plastik dan tangki plastik tempat BBM yang ada di kapal yang meledak menggunakan selang panjang, itu yang saya ketahui, papar Widi mengakhiri penyampaiannya.

Infonya muatan kapal di dalam kapal Anugerah Lautan 01 yang meledak dan terbakar rencananya akan dibawa ke PT Kayong Aluminium Nusantara yang ada di Desa Panabang, Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.

Sementara Bos Dodi yang berdomisili di Dusun Pintau, Desa Tanjung Satai, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara ketika dikonfirmasi awak media via pesan WhatsApp terkait pemberitaan di salah satu media massa yang turut menyoroti kasus ledakan kebakaran kapal Anugerah Lautan 01 yang menyebabkan korban jiwa dan korban luka bakar, melalui via pesan WhatsApp-nya, Bos Dodi menuliskan kalimat yang isi kalimatnya, “Mohon mf klu kalau mau cari info yg bnr aja pak. Itu gk sesuai”.

Masih via WhatsApp, kembali awak media menanyakan yang tidak benar dalam isi sajian beritanya, apakah ada bantuan/santunan yang sudah disampaikan ke pihak korban namun dalam berita yang ada diinfokan belum ada santunan, dan atau mengenai barang muatannya yang tidak benar disampaikan dalam tayangan berita atau mengenai tentang ledakan disusul api atau mengenai kerjasamanya, mohon ditanggapi Pak Dodi.

Singkat dan jelas isi pesan WhatsApp Bos Dodi ke awak media, “Selamat sore pak terkait dengan permasalahan seperti berita yang bapak kirim silahkan bapak kordinasi dg kuasa hukum saya. Saya takut memberikan informasi yg salah ke teman – teman media.”

(Boen)