Buseronlinenews

Judi Online Jadi Masalah Serius, Sosiolog IPB: Bisa Hilangkan Nyawa

seorang pria memegang hp

Jakarta – Fenomena judi online (judol) semakin mengkhawatirkan di Indonesia. Aktivitas ilegal ini bahkan telah memakan korban jiwa. Dr. Ivanovich Agusta, sosiolog IPB University, menegaskan bahwa judol harus dipandang sebagai persoalan besar karena menyangkut hak hidup sebagai hak asasi paling mendasar.

“Ketika praktik judol berujung pada hilangnya nyawa, hal ini menunjukkan betapa serius masalah tersebut,” ujarnya, Rabu (1/10/2025).

Menurut Ivanovich, jeratan judol terutama dipicu faktor internal. Dari sisi neurosains, judi online menimbulkan ketagihan di otak layaknya narkotika. Rasa kecanduan ini mendorong seseorang terus bermain hingga melanggar batas kesusilaan, bahkan melakukan tindakan kriminal.

Dr. Ivanovich Agusta.

Ia menambahkan, dampak judol kini tidak hanya menimpa kelompok ekonomi bawah, tetapi juga kelas menengah. Banyak orang kehilangan harta benda, terjerat utang, hingga nekat melakukan tindak kriminal seperti mencuri demi menutup kerugian. Kondisi sosial-ekonomi yang sulit semakin memperparah keadaan, sementara lingkungan yang permisif terhadap judol membuat situasi makin berbahaya.

“Faktor internal dan eksternal sama-sama berperan. Orang yang sudah kecanduan bisa terdorong melakukan kejahatan, bahkan sampai menghilangkan nyawa,” tegasnya.

Ivanovich juga menekankan perlunya langkah nyata negara dalam menghentikan praktik judol, mulai dari pemblokiran situs dan aplikasi, pengawasan rekening terkait, hingga tindakan hukum tegas terhadap bandar besar, bukan hanya pemain kecil.

“Pelarangan harus dijalankan konsisten, bukan sekadar aturan di atas kertas,” ujarnya.

Ia berpesan agar masyarakat menjauhi sepenuhnya praktik judi online. “Sekali mencoba, otak akan membentuk rasa ketagihan yang sulit dikendalikan. Ini bukan soal kaya atau miskin, semua bisa terkena,” pungkasnya.

(Red)