Buseronlinenews

Jangan di Biarkan Oknum Melakukan Kekerasan Yang Dialami Siswi SMAN 3 Kuningan Harus di Jebloskan ke Hotel Vrodeo Ketua LMPI: Geram

KUNINGAN – Peristiwa tragis yang dialami NZ siswi SMAN 3 Kuningan mendapat kecaman Ketua Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Kabupaten Kuningan, U. “Djenggo” Hermawan. Menurutnya kejadian tersebut menambah daftar panjang persoalan yang tentunya mencoreng dunia pendidikan.

“Sekolah adalah lembaga pendidikan tempat menimba ilmu yang menjadi tempat harapan serta kepercayaan orang tua agar anak-nya menjadi pintar.

Namun, jika sekolah malah menjadi tempat anaknya menderita adalah menjadi kegetiran yang dirasakan.

Dikatakan Djenggo, kejadian yg menimpa siswi SMAN 3 Kuningan bernama NZ yang duduk di kelas 10 mencerminkan betapa lemahnya pengawasan terhadap perilaku siswa. Disampaikan Ia, kronologis peristiwa yang dialami NZ.

“Awalnya siswi NZ terpilih menjadi siswi yg masuk katagori sebagai siswi yang mencintai alam dari beberapa siswa yang ada hanya segelintir siswa yg terpilih menjadi siswi yang masuk kegiatan Pecinta Alam Candradimuka yang secara rutin selalu mengadakan kegiatan ektrakulikuler setiap tahunnya.

Hari Minggu tanggal 21 Desember 2025 sekitar jam 11 di tempat bumi perkemahan Lempong Balong Palutungan Desa Cisantana Kabupaten Kuningan. NZ mengikuti kegiatan yg terhitung lima hari menjalani hidup di alam luas mempelajari kehidupan dengan alam yg hidup di hutan dengan makan seadanya.

Namun sangat di sayangkan dalam kegiatan ektrakulikuler itu terjadi kekerasan fisik,” tuturnya.

Disampaikannya, berdasarkan keterangan NZ setiap hari, Ia mengalami kekerasan dengan muka selalu di tampar bahkan di penghujung kegiatan NZ tidak kuat lagi dalam berjalan kaki mengalami siksaan sampe di dorong tersungkur dengan keras.

“Menurut orang tua siswi sepulang mengikuti kegiatan pecinta alam anak nya mengalami trauma yg bgtu hebat bahkan pisik tubuhnya lebam dan luka-luka dan harus dirawat,” terang Djenggo, Rabu (24/12).

Dari kejadian itu, lanjutnya, orang tua siswa melalui grup WhatsApp menyatakan kejadian tersebut sangat tidak manusiawi dan di anggap kejam.

Apa uang dialami dan terjadi terhadap NZ, ternyata kekerasan fisik dialami oleh semua siswa siswi SMA 3 KUNINGAN yg mengikuti kegiatan pecinta alam dan bahkan dari salah satu orang tua siswi tersebut sudah melaporkan ke pihak kepolisian dengan dasar kekerasan di bawah umur.

Atas kejadian tersebut Ketua Ormas LMPI Kabupaten Kuningan, U. “Djenggo” Hermawan mengecam keras persoalan kekerasan apa lagi terjadi di dunia pendidikan, menurutnya Kepala Sekolah SMAN 3 Kuningan harus bertanggung jawab karena telah memberikan ijin untuk kegiatan yg menyita waktu sampe lima hari itu.

Ia juga meminta pihak kepolisian harus tegas dan ada tindakan nyata sesuai aturan hukum. “Peristiwa ini sudah berlebihan sampai membuat anak di bawah umur trauma dalam katagori stres berat dengan kejadian yg di alaminya. Saya meminta Kepala Sekolah bertanggungjawab dan tentunya pihak kepolisian dapat menindak tegas atas kejadian ini,” pintanya.

Ditegaskan Djenggo, LMPI sebagai organisasi yang lahir dan tumbuh dari elemen masyarakat siap membela masyarakat demi untuk keadilan dan siap mengawal proses hukum sampai tuntas. Kekerasan seperti ini jangan dibiarkan dan harus ditindak tegas semua pelakunya. Kami juga meminta Bupati Kuningan harus turun tangan.

Begitupun gubernur KDM harus turun tangan kekerasan di bawah umur jangan sampe terjadi lagi di dunia pendidikan khususnya di Jawa Barat kalau tidak segera di tindak lanjut ini menjadi pemicu hancurnya mental anak bangsa,trauma itu sebuah momok menakutkan yg selalu ada dalam benak anak seumur hidupnya, prinsipnya segera lakukan tegakan hukum dan tindak tegas,” pintanya berapi-api.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 3 Kuningan yang dihubungi melalui WhatsApp-nya, Rabu, (24/12), menjawab Sudah ditangani oleh Pembina Eskulnya beserta laskar Pencinta Alam Candradimuka SMAN 3 Kuningan. Serta mengirimkan foto dan keterangan. “Kasek sudah mengunjungi ke rumah siswi yang bersangkutan,” tulisnya.

(Baim/Alex )