PATI – Haul adalah tradisi umum di lakukan di Indonesia khususnya di Jawa untuk memperingati wafatnya ulama, tokoh yang di adakan setahun sekali. Haul adalah tradisi umum di lakukan di Indonesia khususnya di Jawa untuk memperingati wafatnya ulama, tokoh bermaksud untuk mengenang keteladanannya, mengenang jasa orang-orang saleh agar amal ibadahnya di terima Allah SWT, biasanya di adakan setiap tahun
Tradisi Haul ini oleh masyarakat Desa Pakis Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati, juga masih terus di lestarikan.
Bertempat di dukuh Dogo Desa Pakis Kecamatan Tambakromo, masyarakat desa setempat mengelar haul di komplek pesarean Syekh Syaiban (Ki Subeno), Syekh Raden Sholihin, Syekh Subakir.
Sebagaiman di sampaikan Kepala Desa Pakis melalui Plt Sekdes Sugiyono, bahwa rangkaian kegiatan Haul diawali pada tanggal 1 Mei 2026 di gelar pengajian oleh KH Anwar Zahid dari Bojonegoro, Hadroh Hubbun Nabi dari Pati.
Di tambahkan Sugiyono, pada hari ini Minggu (3/5/2026) pagi di adakan karnaval yang diikuti oleh setiap dukuh per RT mengirimkan perwakilan, juga di meriahkan dengan kehadiran group marching band Banser NU, serta rombongan sound horeg sebanyak delapan armada, menempuh rute start dari dukuh Jenggolo melintasi jalan desa menempuh jarak kurang lebih tiga kilometer dan finish di makom setempat di dukuh Dogo.

Pada Minggu malam, lanjutnya, diadakan acara buka luwur sekaligus pemasangan kain mori pada tenger makom, tahlil bersama manakib, quran bi nador.
Untuk hari Senen sebagai penutup acara di adakan quran bil ghoib,” imbuhnya.
Desa Pakis terdiri dari 5 perdukuhan, 12 RT, 3 RW. Dan untuk haul ini di adakan setiap bulan Apit, harinya Senen legi,” terangnya.
“Diadakannya Haul ini tujuannya adalah untuk mengenang silsilah atau riwayat orang tua pembawa Islam di Desa Pakis khususnya dukuh Dogo agar masyarakat tahu leluhur Desa Pakis. Harapannya karena ini tradisi lama kedepannya bisa di kembangkan terus agar kegiatan menjadi semeriah mungkin,” pungkasnya.
(hr)







