CIANJUR – Semangat kolektif untuk mewujudkan Cianjur yang religius, cerdas, dan sehat mendapatkan suntikan nyata. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur, melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Cugenang, secara serentak mendistribusikan bantuan yang menyentuh ketiga pilar pembangunan tersebut.
Acara yang digelar Jumat (26/12/2025) di Aula Kantor Kecamatan Cugenang itu juga menjadi momentum kebangkitan Gerakan Nusantara Cinta Zakat, Infaq, dan Sedekah (GNC ZIS) menyambut Ramadan 1447 H.
Acara khidmat ini menjadi titik temu sinergi strategis. Hadir para pilar masyarakat: perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan, seluruh 16 Ketua MUI Desa, pengurus UPZ Desa, serta puluhan siswa berprestasi beserta guru mengaji mereka. Kehadiran Kasi Kesra Kecamatan Cugenang, H. Moch. Muchtar, SH, menguatkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program keumatan ini.
Ketua UPZ Kecamatan Cugenang, Firman Muhsin, dalam paparannya menjelaskan distribusi bantuan yang tepat sasaran. “Ini adalah investasi kami untuk masa depan Cianjur. Untuk ‘Cianjur Cerdas’, kami dukung 32 bibit unggul, yakni 16 siswa SMP dan 16 siswa SD berprestasi dari setiap desa,” ujarnya.
Pilar ‘Cianjur Taqwa’ diperkuat dengan memberikan apresiasi kepada 40 tokoh kunci: 32 kyai tingkat desa dan 8 kyai tingkat kecamatan. “Mereka adalah benteng moral dan spiritual masyarakat.
Dukungan ini bentuk penghargaan sekaligus penguatan peran mereka,” tambah Firman. Sementara, ‘Cianjur Sehat’ diwujudkan dengan bantuan bagi warga kurang mampu yang memerlukan penanganan kesehatan.
Namun, di balik penyaluran bantuan, tersimpan misi yang lebih besar. Firman menegaskan bahwa acara ini adalah panggilan untuk aksi kolektif. “Inti dari semua ini adalah menggerakkan hati.

Kami ingin para tokoh agama dan pendidikan menjadi motor penggerak cinta zakat di wilayah kita, terutama menyambut Ramadan suci yang tinggal hitungan minggu. Kekuatan mereka vital untuk mengoptimalkan pengumpulan ZIS melalui UPZ Desa,” tegasnya.
Pernyataan itu mendapat dukungan penuh dari perwakilan pemerintah.
Kehadiran Kasi Kesra menandakan kolaborasi yang erat antara BAZNAS dan pemerintah dalam membangun kesejahteraan dari akar rumput.
Kegiatan ini lebih dari sekadar serah-terima santunan. Ia adalah arena silaturahmi, koordinasi, dan penguatan jaringan filantropi Islam di tingkat paling dasar.
Dengan fokus pada pendidikan, ketakwaan, dan kesehatan, langkah strategis ini diharapkan tak hanya memberi dampak seketika, tetapi juga menebar benih keberkahan yang berkelanjutan menuju Cianjur yang lebih maju dan bermartabat.
(Oding/AS)







