Buseronlinenews

Forsi dan PEMDA Cianjur Luncurkan Model Kolaborasi Baru, HIPAKAD Pioniri Aksi Nyata Terpadu di Mekarsari

Cianjur – Sebuah model sinergi terstruktur antara Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Pemerintah Daerah (Pemda) resmi diujicobakan di Kabupaten Cianjur.

Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) Kabupaten Cianjur menjadi pelaksana pertama dalam program inovatif Badan Kesbangpol setempat, melalui kegiatan terpadu “Bhakti Ormas Untuk Negeri” di Kampung Raweuy, Desa Mekarsari, Kecamatan Cianjur, Jumat (30/1).

Kegiatan bertema “Kolaborasi, Partisipasi, dan Sinergi Menuju Cianjur Berjaya” ini dirancang sebagai prototipe pergeseran paradigma, dari hubungan yang seringkali ad-hoc menuju kemitraan strategis yang berorientasi hasil.

Aksi HIPAKAD melampaui aktivitas seremonial dengan menjalankan tiga agenda inti secara simultan melalui enam kelompok kerja:

  • Rehabilitasi Lingkungan: Pembersihan saluran air (drainase) dan gang kampung dari sampah dan sedimentasi.
  • Penguatan Sarana Ibadah: Penyerahan bantuan secara simbolis untuk pemeliharaan dan penyempurnaan fasilitas Masjid Al-Muhajirin setempat.
  • Perlindungan Sosial: Pemberian santunan kepada sejumlah anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan penguatan jaringan sosial.

Pendekatan multidimensi ini menunjukkan komitmen menyelesaikan masalah tidak hanya secara fisik, tetapi juga menyentuh aspek spiritual dan sosial ekonomi masyarakat.

Kehadiran pejabat daerah mengukuhkan komitmen pendampingan kelembagaan. Acara dihadiri oleh Kepala Kesbangpol Kabupaten Cianjur, H. Amad Mutawali, S.Ag., S.IP., M.Si., Camat Cianjur, serta Kepala Desa Mekarsari, Ujang Rahmat, yang terlibat aktif bersama kader HIPAKAD.

Dalam sambutannya, H. Amad Mutawali menegaskan perubahan pola pikir yang menjadi landasan program. “Era kompetisi antar-organisasi telah usai. Saatnya adalah era kolaborasi.

Keberhasilan HIPAKAD hari ini kami desain menjadi blueprint bagi Ormas lain di Cianjur,” tegasnya. Program ini, lanjutnya, bertujuan mendorong Ormas ‘naik kelas’: lebih mandiri, inovatif, dan berdampak nyata.

Mutawali juga menekankan pentingnya melibatkan seluruh elemen masyarakat. “Kemitraan tidak boleh berhenti pada Ormas dan Pemerintah. Esensinya adalah bagaimana gerakan ini memantik partisipasi aktif warga, menciptakan sinergi trilateral: Pemerintah, Ormas, dan Masyarakat,” paparnya.

Ketua DPC HIPAKAD Kabupaten Cianjur, Y. Itok Hendriyana, S.P., menyatakan kesiapan organisasinya sebagai pelopor. “Kami tidak hanya ingin membersihkan lingkungan, tetapi juga meninggalkan dampak sosial yang langsung terasa.

Penyerahan sarana ibadah dan santunan ini adalah wujudnya,” ujarnya. Itok juga menegaskan komitmen HIPAKAD untuk terlibat dalam program strategis Pemda ke depan.

Apresiasi datang dari Kepala Desa Mekarsari, Ujang Rahmat. Ia menilai kegiatan yang integratif ini sangat tepat guna.

“Ini adalah pembangunan partisipatif yang sesungguhnya, menyentuh ranah fisik, rohani, dan sosial. Model seperti ini yang kami harapkan, berkelanjutan dan bisa direplikasi,” tuturnya.

Aksi HIPAKAD di Desa Mekarsari lebih dari sekadar kerja bakti; ia adalah purwarupa kemitraan strategis Pemda-Ormas. Dengan Ormas sebagai pelaksana lapangan dan Pemda sebagai fasilitator serta pemberi legitimasi, tercipta sebuah ekosistem pemberdayaan yang saling menguatkan.

Program semacam ini berpotensi meningkatkan kapasitas kelembagaan Ormas, mempercepat pencapaian target pembangunan di tingkat akar rumput, dan memperkuat kohesi sosial. Keberhasilan pilot project ini akan menjadi tolok ukur dan inspirasi bagi puluhan Ormas lain di Cianjur, untuk bersama-sama mewujudkan gerakan masif berbasis aksi nyata menuju Cianjur Berjaya.

(Oding)