CIANJUR – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan menyelimuti Sekretariat FORSA (Fans Of Rhoma And Soneta) sekaligus PAMDI (Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia) DPC Kabupaten Cianjur, Jumat (10/4/2026). Puluhan bahkan ratusan anggota kedua organisasi tampak larut dalam agenda Halal Bihalal yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga titik strategis mematangkan persiapan menuju Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) FORSA di Jakarta, 26 April 2026 mendatang.
Bertempat di Jalan KH. Ahmad Munawar Nomor 14, Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, acara yang berlangsung dari pagi hingga siang itu mengusung semangat return to ukhuwah—kembali ke tali persaudaraan setelah bulan Ramadan. Namun di balik kehangatan saling bermaafan, tersirat agenda besar yang membutuhkan konsolidasi serius.
Dalam sambutannya, Ketua FORSA sekaligus Ketua PAMDI DPC Kabupaten Cianjur, H. Agus Chandra, SE, menyampaikan apresiasi mendalam atas antusiasme anggota. Ia tak menyembunyikan rasa haru melihat soliditas yang terus terjaga.
“Alhamdulillah, kehadiran dan antusiasme seluruh anggota FORSA dan PAMDI Cianjur pada kegiatan Halal Bihalal ini luar biasa. Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya,” ujarnya dengan nada penuh emosi.
Namun, pria yang akrab disapa H. Agus itu langsung menegaskan poin krusial terkait Kopdarnas mendatang. Ia mengingatkan bahwa tidak ada toleransi bagi anggota yang belum memiliki kartu tanda anggota FORSA.
“Yang tidak kalah penting untuk saya sampaikan, bagi anggota FORSA Cianjur yang ingin mengikuti acara Kopdarnas nanti, wajib sudah memiliki kartu tanda anggota FORSA. Panitia di Jakarta hanya akan mempersilakan masuk kepada mereka yang sudah memegang kartu anggota. Oleh karena itu, bagi yang belum memilikinya, segera urus pembuatannya,” tegasnya.
Kebijakan ini, menurut H. Agus, bukan sekadar prosedur birokrasi, melainkan langkah menjaga tertib administrasi dan validitas keanggotaan dalam forum berskala nasional. “Kita ingin Kopdarnas berjalan tertib, aman, dan bermartabat. Jangan sampai ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menyusup ke dalam acara yang sangat sakral bagi kita semua,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris FORSA sekaligus Sekretaris PAMDI Cianjur, Ace Muslihat, S.Ag., memberikan perspektif lebih mendalam. Baginya, Halal Bihalal kali ini adalah ruang artikulasi visi besar organisasi.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh kader dan anggota memahami visi besar organisasi. Kopdarnas nanti menjadi ajang penting untuk merumuskan arah perjuangan FORSA ke depan, khususnya dalam melestarikan dan memajukan musik dangdut sebagai budaya asli Indonesia,” tutur Ace Muslihat di sela-sela diskusi panel.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara FORSA dan PAMDI bukanlah kebetulan. Dua organisasi ini memiliki akar yang sama: kecintaan terhadap musik dangdut yang berkarakter religi dan nasionalis, sebagaimana yang selama ini diusung oleh Raja Dangdut Rhoma Irama.
“Kami tidak hanya penggemar, kami adalah pelanjut estafet perjuangan budaya. Dangdut bukan sekadar hiburan, ia adalah medium dakwah dan pemersatu bangsa,” tegas Ace.
Ketua Panitia Halal Bihalal, Asep Sani, melaporkan bahwa acara berjalan lancar dan dihadiri oleh ratusan anggota FORSA dan PAMDI se-Kabupaten Cianjur. Rangkaian kegiatan meliputi tausiyah singkat tentang makna Idul Fitri dalam berorganisasi, sesi halal bihalal saling bermaafan, serta diskusi panel teknis persiapan keberangkatan ke Jakarta.
“Alhamdulillah, antusiasme peserta luar biasa. Semua sangat mendukung persiapan menuju Kopdarnas nanti. Kami juga sudah membentuk tim kecil untuk mendata anggota yang sudah memiliki kartu dan membantu pengurusan kartu bagi yang belum,” jelas Asep Sani.
Menurutnya, tim khusus telah dibentuk untuk memfasilitasi pengurusan kartu anggota, mengingat waktu yang tersisa hanya sekitar dua pekan menuju Kopdarnas. “Kami tidak ingin satu pun anggota FORSA Cianjur yang berhalangan hadir hanya karena masalah administrasi. Semua akan kami bantu,” janjinya.
Yang menarik dari pertemuan ini adalah penguatan narasi bahwa FORSA dan PAMDI tidak bergerak dalam ruang hampa budaya. Kedua organisasi secara konsisten menempatkan diri sebagai garda depan pelestarian dangdut yang bernafaskan Islam dan berwawasan kebangsaan.
Dengan berakhirnya acara Halal Bihalal, FORSA dan PAMDI Cianjur semakin mantap melangkah. Kami tidak akan melepas satu pun anggota sebelum benar-benar siap. Baik dari segi administrasi, transportasi, maupun kesiapan mental. Insya Allah, FORSA Cianjur akan memberikan kontribusi terbaik di Kopdarnas nanti,” pungkas H. Agus.
Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto kelompok, diikuti dengan yel-yel kebanggaan FORSA yang menggema di halaman sekretariat. Sebuah semangat baru terpancar: dangdut bukan sekadar musik, ia adalah rumah besar bagi siapa pun yang mencintai budaya, islam, dan persatuan Indonesia.
Oding/jib







