Buseronlinenews

Final Berat Perebutan “Tiket Emas”: Tiga Proyek Prioritas Cianjur Ditentukan di Meja Musrenbang

Cianjur, 29 Januari 2026 – Suasana tegang dan penuh perhitungan menyelimuti Aula Kelurahan Sayang, pagi ini. Bukan pertandingan olahraga, tetapi “final” yang lebih menentukan: perebutan tiga slot prioritas pembangunan Kecamatan Cianjur untuk tahun 2027.

Sebelas usulan proyek hasil Musrenbang desa/kelurahan dibawa oleh masing-masing kepala wilayah, bersaing ketat untuk mendapatkan “tiket emas” menuju tahap selanjutnya di tingkat kabupaten.

Acara pleno Musrenbang Kecamatan ini menjadi puncak demokrasi partisipatif yang sangat menentukan. Hanya tiga dari sebelas usulan yang akan diusulkan ke Bappeda Kabupaten Cianjur, untuk kemudian diperebutkan lagi dalam anggaran APBD 2027.

“Ini tahap final kita. Hari ini kita akan menyepakati dan memilih tiga terbaik dari sebelas usulan yang ada, berdasarkan empat kriteria penilaian. Mari kita pastikan yang terpilih benar-benar yang paling dibutuhkan masyarakat,” tegas Camat Cianjur, Saripudin, S.STP., M.Si, membuka pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan TNI-Polri, anggota DPRD (PKS & PAN), Bappeda, serta seluruh 11 Kepala Desa dan Kelurahan.

Di antara usulan yang diperebutkan, proposal dari Kelurahan Bojongherang menyita perhatian. Kaih Yosi Herdiana, S.IP., sang Kepala Kelurahan, dengan lugas memaparkan kebutuhan mendesak warganya: pembangunan drainase di Gang Bali, RW 15.

“Ini adalah kebutuhan dasar untuk 22 RW kami. Drainase ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi solusi untuk mengurangi ancaman banjir, meningkatkan aksesibilitas, dan pada ujungnya, mendongkrak kualitas hidup serta Indeks Pembangunan Manusia warga Bojongherang,” papar Yosi dengan semangat. Proyek senilai Rp 100 juta itu diharapkannya dapat didanai APBD Kabupaten.

Proses pleno berlangsung dinamis. Setiap perwakilan desa dan kelurahan diberikan kesempatan mempresentasikan usulannya, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan penilaian berdasarkan kriteria: kesesuaian dengan tema, urgensi, jumlah penerima manfaat, dan kesiapan pelaksanaan.

Suasana kompetitif namun penuh kekeluargaan terlihat jelas. Para peserta saling mendengarkan, sesekali bertanya klarifikasi, sambil menghitung peluang usulannya untuk masuk dalam tiga besar.

Tiga usulan yang berhasil meraih skor tertinggi nantinya akan menjadi “buah bibir” dan andalan Kecamatan Cianjur di meja perundingan Musrenbang Kabupaten. Mereka akan bersaing dengan ratusan usulan dari kecamatan lain untuk mendapatkan afirmasi dan anggaran.

“Semoga terpilih program yang paling tepat sasaran, berdampak luas, dan mempercepat pembangunan di wilayah kita,” harap Camat Saripudin menutup acara. Keputusan final tiga pemenang hari ini diharapkan menjadi penentu arah percepatan pembangunan Cianjur menuju 2027.

Oding/AS