Pangaribuan, Buseronlinenews.com – Isu penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali mencuat di Kabupaten Tapanuli Utara. Solar yang semestinya hanya diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan sektor transportasi diduga kuat bocor ke sejumlah pengusaha besar, terutama usaha kayu.
Penelusuran wartawan Buseronlinenews.com bersama tims di sebuah Tempat Penampungan Kayu (TPN) di Jalan Lintas Sumatera, Simpang Parsorminan, Pangaribuan, menemukan lima drum (balteng) berisi solar serta tumpukan kayu pinus siap angkut. TPN tersebut diketahui milik pengusaha berinisial AS.
Seorang pekerja bermarga Manalu mengakui solar itu dipakai untuk mengoperasikan tiga unit excavator milik perusahaan. Namun ketika ditanya asal-usul bahan bakar, ia menyebut solar tersebut merupakan minyak industri yang dipesan dari Medan.
Keterangan ini bertolak belakang dengan informasi yang diperoleh wartawan. Beberapa sumber menyebut AS memiliki jaringan “kaki tangan” yang menampung solar subsidi dari SPBU di Taput. Salah satunya disebut seorang warga Kecamatan Garoga, berinisial D. Siregar, yang diduga menjadi pemasok solar untuk AS. Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, D. Siregar tidak memberi jawaban dan justru memblokir nomor wartawan.
Hasil investigasi lebih lanjut juga memunculkan dugaan keterlibatan seorang oknum anggota Polri dalam jalur pemasokan solar subsidi ini. Oknum tersebut disebut-sebut memiliki peralatan Alat Berat yang disewakan kepada pengusaha kayu, sekaligus diduga ikut memfasilitasi distribusi solar bersubsidi ke lapangan. Informasi ini mempertegas adanya indikasi keterlibatan pihak yang seharusnya menegakkan aturan.
Praktik penyelewengan ini diduga menjadi salah satu faktor kelangkaan solar di SPBU. Sementara masyarakat harus antre panjang untuk mendapatkan BBM bersubsidi, pengusaha besar justru leluasa menggunakannya untuk alat berat dan kebutuhan produksi.
Wartawan Buseronlinenews.com bersama tims juga telah berupaya meminta tanggapan Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Rudy Rifani. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban yang diberikan.
Publik kini menanti ketegasan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan penyelewengan solar subsidi di Taput, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan oknum aparat, demi melindungi hak masyarakat kecil sekaligus mencegah kerugian negara.
Ref: Togar







