Pematangsiantar – Kasus dugaan penggelapan kendaraan bermotor dengan modus oper kredit kembali mencuat dan menambah korban di wilayah Tapanuli Raya. Seorang warga Siborongborong bermarga Sianturi berinisial R. Sianturi secara resmi melaporkan dugaan penggelapan tersebut ke Polres Tapanuli Utara.
Kepada media, R. Sianturi menjelaskan bahwa dirinya menyerahkan lima unit kendaraan kepada seseorang berinisial DS warga tarutung, yang berjanji menerima oper kredit dan melanjutkan pembayaran angsuran. Namun janji tersebut diduga hanya menjadi “pemanis bibir”. Angsuran yang dijanjikan tidak pernah dibayarkan, sehingga korban merasa tertipu dan menempuh jalur hukum.
Petunjuk dari perangkat yang terpasang pada kendaraan membantu tim Reskrim Polres Taput melakukan penelusuran lokasi. Pada Jumat malam 27/2/2026, tim berhasil melacak keberadaan kendaraan di wilayah Parluasan, Pematangsiantar. Dari lima unit milik TS yang dilaporkan, satu unit mobil Colt Diesel berhasil ditemukan.
Menurut keterangan R. Sianturi, kendaraan tersebut diduga telah dijual oleh warga Siborongborong. Di gudang tempat penemuan, terdapat sejumlah kendaraan lain, mulai dari kondisi utuh hingga yang telah menjadi rangka. Korban mendokumentasikan temuan tersebut dan langsung menghubungi media, menyampaikan bahwa unit miliknya ditemukan di salah satu gudang di Parluasan, Pematangsiantar, yang disebut milik seorang pengusaha bermarga Marpaung.
R. Sianturi juga menuturkan bahwa saat ia mendatangi lokasi bersama personel Reskrim Polres Taput, oknum pengusaha tersebut tampak tenang seolah tidak terjadi apa-apa. Beredar dugaan bahwa yang bersangkutan memiliki “beking” seorang oknum aparat berpangkat Komisaris Besar (Kombes). Jika dugaan ini benar, keterlibatan oknum aparat perlu ditelusuri secara serius karena berpotensi mencoreng nama baik institusi kepolisian.
Lebih mengherankan lagi, dari dokumentasi foto yang diperoleh, salah satu unit kendaraan yang telah masuk laporan polisi di Kabupaten Toba juga diduga berada di lokasi yang sama.
Media mencoba mengonfirmasi informasi tersebut tepatnya jumat malam jam 21.00 melalui telepon seluler kepada Kapolsek Balige L Siahaan namun tidak dijawapb . Upaya konfirmasi kepada personel Reskrim Polsek Balige bermarga Manik dijawap katanya saya lapor dulu ke kantor ujarnya . Ironisnya mengenai keberadaan unit yang telah dilaporkan tersebut belum diketahui apa tindaklanjuti dari Mapolsek Balige .
Sikap lamban aparat dalam merespons laporan masyarakat memunculkan pertanyaan publik: mengapa informasi penting justru terkesan diabaikan? Jika benar ada perlindungan dari oknum tertentu, hal ini menjadi persoalan serius yang harus diusut secara transparan.
Media juga telah menyampaikan laporan kepada Humas Polda Sumatera Utara melalui pesan WhatsApp terkait dugaan lambannya respons aparat di tingkat Polsek Balige, seraya memberi tahukan kronologi kejadian , Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi.
Apresiasi Masyarakat, di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya dugaan penggelapan berkedok oper kredit, langkah cepat dan responsif yang dilakukan tim Reskrim Polres Tapanuli Utara mendapat apresiasi dari warga. Penelusuran lokasi hingga ditemukannya salah satu unit kendaraan dinilai sebagai bukti keseriusan aparat dalam menanggapi laporan masyarakat.
Sejumlah warga berharap kinerja sigap tersebut terus dipertahankan hingga seluruh jaringan dan pihak yang terlibat dapat diungkap. Transparansi dan ketegasan penegakan hukum dinilai penting untuk memulihkan rasa aman serta kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.
Kasus penggelapan dengan modus oper kredit ini dinilai semakin meresahkan masyarakat Sumatera Utara, khususnya Tapanuli Raya. Oleh karena itu, publik berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap kasus ini secara terang-benderang agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum dan rasa keadilan.
(Togar)







