Buseronlinenews

Dugaan Adanya Praktek Uang Pada Penerimaan Calon Bintara Tahun 2026 Polresta Cirebon

Cirebon – ​Tahun 2026 POLRI membuka penerimaan Calon Bintara di seluruh Polres dan Polda se-Indonesia dimulai bulan Juni.

​Dari mulai pendaftaran dan seleksi, para calon siswa Bintara mulai berjuang dengan beberapa tahapan yang harus dilewati, baik kesehatan fisik, psikotes, dan lainnya.

​Demikian juga dengan POLRESTA CIREBON, banyak antusias para calon siswa yang mendaftar.

​Dengan kuota yang terbatas, dari sekian banyak pendaftar calon siswa Bintara ini hanya 15 orang saja yang lolos dan sudah menjadi siswa-siswi pendidikan Polri.

​Pada tanggal 20 Juli 2026, Polresta Cirebon secara sah mengumumkan hasil seleksi tersebut secara transparan.

​Namun sangat disayangkan, ada saja ulah oknum Polri yang terlibat bermain curang.

​Hasil investigasi awak media kami di lapangan, diduga ada oknum Polisi di POLRESTA CIREBON yang memanfaatkan jabatan demi mengeruk keuntungan dari calon siswa Bintara.

​Nilainya sangatlah fantastis sekali, hampir di angka 700 juta rupiah untuk lolos masuk ke pendidikan Bintara Polri, dan ini bukti riil yang sudah dihimpun oleh awak media kami.

​Bahwa ada salah satu siswa Bintara yang berinisial R, putra dari seorang kepala desa/Kuwu di Kabupaten Cirebon, yang menyuap dengan uang sehingga anaknya lolos dan saat ini telah masuk pendidikan Bintara.

​Ini mungkin hanya salah satu saja, mungkin masih ada R yang lain yang masuk pendidikan Bintara Polri menggunakan jalur langit tersebut.

​Awak media kami masih berusaha mengumpulkan sejumlah bukti dan saksi agar para Petinggi Polri mengetahui permasalahan ini.

​Ini harus diusut tuntas siapapun oknum Polri tersebut.

​Masuk Bintara memakai uang yang besar, bagaimana setelah menjadi Anggota Polri?

​Pasti harus mencari uang untuk mengembalikannya, makanya banyak oknum Polri terlibat perbuatan yang melawan hukum.

​Sangat miris sekali dengan keadaan ini, kami berharap Divisi Propam Polda Jabar, Kapolresta Cirebon, dan Kapolda Jabar menindaklanjuti kasus ini agar di kemudian hari tidak terulang lagi.

​Kasihan peserta lain yang mungkin secara seleksi lolos, tetapi tidak bisa lolos dan dinyatakan gagal karena kalah oleh CASIS yang orang tuanya memiliki uang banyak.

(Team)