Sukabumi-buseronlinenews.com, Dugaan adanya pemangkasan dana PIP atau pungli terhadap siswa SMPN 5 Ciemas desa Cibenda ditolak mentah-mentah oleh sang kepsek NN melalui kasi pendidikan kabupaten Sukabumi, pada Senin 22 September 2025.
Dugaan adanya pemangkasan yang dinilai pungli dana PIP sejauh ini sudah sempat tayang melalui berita edisi Senin 22 September, namun yang bersangkutan sudah memberikan klarifikasinya melalui kepala seksi kesiswaan dinas pendidikan kabupaten Sukabumi, via perpesan suara (voice note) dengan mengatakan, ini pemberitaan sudah ada dari be-berapa pewarta, dan memang sudah kami minta kelarifikasi ke pihak sekolah kaitan apa yang diberitakan, dan menurut kepala sekolah SMPN nya, tidak ada potongan oleh pihak sekolah terhadap penerima dana PIP, karena memang sekarang PIP itu dicairkan langsung oleh penerima manfaat melalui kartu anjungan tunai mandiri (ATM) begitu kang, ujar kasi via voice note.
Dan kemudian dari vidio tentang rumah PIP itu, setelah di cek oleh pihak sekolah, bahwa atas nama dua anak siswa ini adalah, dalam catatan operator PIP kedua siswa tersebut tidak tercatat sebagai penerima PIP, begitu ya kang, ujar kasi Disdik kabupaten Sukabumi pada voice note 13.53.
Namun selanjutnya pada voice note 14.03 berikut ini, kasi juga meminta narasumber atau nama orang tua penerima manfaat PIP siapa kang, kita konfirmasi kepada yang bersangkutan, kita kan perlu ada pembuktian dan pembenaran ya, kita harus konfirmasi kepada yang bersangkutan langsung, jadi apakah yang bersangkutan tersebut atau orang tua bapak dan ibu sebagai penerima PIP atau bukan, itu kan gampang kang, ujar kasi sambil meminta juga nama siswa penerima PIP. dan itu atas nama siswa siapa, ia kan nanti kami akan mengklarifikasi, tutupnya via voice not yang di terima tim wartawan.
Sehingga dengan adanya jawaban yang disampaikan oleh kepala seksi kesiswaan Disdik kabupaten Sukabumi, itu menunjukan masih adanya keraguan terhadap temuan pihak media, sihingga wartawan diminta untuk menyebutkan narasumber yang juga sebagai penerima manfaat PIP, namun kami menolak permintaan kasi dengan alasan, maaf narasumber saya lindungi pak.
Kendati sebelumnya tim wartawan sudah menyampaikan temuan terkait dugaan adanya pemotongan atau pungli dana PIP pada 6 September pekan lalu, namun hingga kini pihak dinas masih melakukan kelarifikasi dengan pihak sekolah, lantaran sang oknum kepsek belum mengakuinya, padahal tim wartawan memiliki banyak sumber yang dapat di percaya dan di pertanggung jawabkan.
Karena narasumber yang juga sebagai orang tua siswa penerima manfaat program PIP, kini masih berharap adanya itikad baik pihak sekolah untuk mengembalikan dana PIP sebagai hak penerima manfaat.
Tim







