CIANJUR – Menanggapi bergulirnya dugaan siswa fiktif PKBM di Kab. Cianjur, Dody Sadewa Ketua DPC Pront Bodyguard Independen ( FBI ) Kab. Cianjur ikut prihatin.
“Munculnya dugaan siswa Fiktif PKBM di Cianjur sejak tahun 2024. Namun hingga sekarang tak ada tindakan terhadap para PKBM yang dianggap melakukan pelanggaran.
Sehingga menimbulkan kesan bahwa Disdikpora membiarkan inpormasi tersebut.
Padahal semua media, baik medsos, koran hingga tivi memberitakan kasus yang sama. Seolah – olah tidak ada permasalahan, ” papar yang akrab di pangil Wa Idoy ini kepada Buser Online, Rabu 8/4 2026 di kantor Sekertariat FBI.

Harusnya Dinas responsif menyikapi setiap inpormasi yang dianggap menyalahi aturan, ” pinta Dodi.
Sementara itu beberapa kali Buser Online menurunkan pemberitaan seputar dugaan siswa Fiktif dari jumlah 369 PKBM yang ada di Cianjur siswa sebanyak 58.052 . Namun tak ada pihak yang menindaklanjuti, bahkan Ruhli Solehudin S.Ag selaku Kepala Dinas enggan menanggapi dan seolah menantang.
Untuk membuka tabir ” kekuatan ” yang ada di belakang Kabid dan Kadis harus ada power yang bisa menembus, sehingga apa yang di harapkan oleh Sekjen MARAK, Alam Abubakar BE, meneggakan ” watawa Saobil hak dan watawa Saobil Sob, bisa terwujud.
Alam Abubakar memaparkan kepada Buser Online keanehannya membuka kasus ini. Beberapa kali mau melakukan audensi dengan Ketua DPRD, dengan Kepala Dinas Disdikpora tak kunjung di kabulkan.
Terakhir, jelas Alam Abubakar keinginan audensi dengan Kapolres Cianjur, hingga sekarang surat yang dilayangkan tak mendapat jawaban, padahal sudah empat ( 4 ) bulan, ” jelas Alam Abubakar
Maka dari itu MARAK akan membawa kasus dugaan siswa PKBM Fiktif ke Kejagung RI dengan bukti – bukti hasil investigasi di beberapa PKBM yang jumlah siswanya tidak rasional, “terang Alam.
(Tim)







