PEMALANG – Program Makanan Bergizi (MBG) yang digalakkan pemerintah pusat demi mendukung asupan gizi anak didik di tingkat pendidikan dasar kembali menuai sorotan. Insiden ini kali ini terjadi di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda, yang berlokasi di Desa Mejagong, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang.
Sekolah tersebut dilaporkan menyajikan mangga muda mentah dalam menu MBG yang diberikan kepada siswa-siswinya.
Mangga Keras dan Asam, Khawatirkan Kesehatan Siswa
Informasi yang dihimpun menyebutkan, buah mangga yang disajikan kepada para siswa memiliki tekstur yang keras dan rasa yang sangat asam.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan wali murid dan masyarakat setempat. Diketahui, makanan yang disajikan dalam program MBG seharusnya aman dan bernutrisi. Namun, pemberian buah yang belum matang dan tidak layak konsumsi dikhawatirkan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti sakit perut atau diare, terutama pada anak-anak usia dini yang memiliki sistem pencernaan yang masih sensitif.

Tuntutan Wali Murid terhadap Kualitas Menu
Seorang wali murid yang ditemui media menyampaikan rasa kecewanya dan meminta agar pihak sekolah dan penyelenggara program segera melakukan evaluasi menyeluruh.
“Ini sangat disayangkan,” ujar wali murid tersebut6. Ia menegaskan bahwa, “Seharusnya yang disajikan adalah makanan matang, aman, dan bernutrisi. Bukan buah yang belum layak konsumsi,”.
Insiden ini menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap standar kualitas dan keamanan pangan dalam pelaksanaan Program MBG. Apalagi, program ini memiliki tujuan mulia, yaitu mendukung gizi anak didik sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia di masa depan.
Diharapkan pihak-pihak terkait, baik dari Dinas Pendidikan maupun penyelenggara program, dapat segera mengambil tindakan korektif dan memberikan klarifikasi resmi mengenai insiden ini.
(oleh Sutarmo)







