Buseronlinenews

Desa Teluk Pambang Gandeng YPKSN Gelar Sosialisasi Kanker Serviks, Warga Antusias Ikuti Edukasi Kesehatan

Bantan – Yayasan Penyuluhan Kanker Serviks Nasional (YPKSN) bekerja sama dengan Pemerintah Desa Teluk Pambang menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai kanker serviks kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (09/10) di dua lokasi sekaligus, yaitu Balai Pertemuan Desa Teluk Pambang serta kediaman Kepala Dusun Tanjung Kudus.

Program penyuluhan ini digagas sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kaum perempuan, terhadap bahaya penyakit kanker serviks dan pentingnya deteksi dini. Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari warga yang hadir.

Dalam pemaparannya, YPKSN menjelaskan bahwa kanker serviks masih menjadi salah satu penyakit mematikan yang mengancam perempuan Indonesia. Data dari Yayasan Kanker Indonesia dan WHO menunjukkan bahwa sedikitnya 200.000 wanita meninggal setiap tahun akibat penyakit tersebut.

Statistik tersebut juga menyebutkan bahwa setiap satu jam, seorang wanita Indonesia kehilangan nyawanya karena kanker serviks. Angka tersebut dianggap sangat memprihatinkan dan memerlukan perhatian serius dari seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, dipaparkan pula bahwa 83 persen wanita dewasa mengalami infeksi pada area kewanitaan. Kondisi ini dapat menjadi faktor risiko yang memperbesar peluang terjadinya kanker serviks jika tidak ditangani dengan baik.

Ketua YPKSN, Sugeng, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa ketakutan terhadap kanker serviks seharusnya diubah menjadi kewaspadaan dan kesadaran untuk melakukan deteksi dini. Menurutnya, banyak kasus kanker serviks yang sebenarnya dapat diobati bila ditemukan pada tahap awal.

Sugeng juga menyoroti keengganan sebagian masyarakat untuk melakukan pemeriksaan, yang akhirnya membuat penyakit ini sering terdeteksi saat sudah berada pada stadium lanjut dan sulit disembuhkan. Hal ini menjadi tantangan besar dalam upaya pencegahan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, YPKSN dan KPLS mengajak pemerintah, BUMN, sektor swasta, serta seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan dalam memerangi penyakit mematikan tersebut. Gerakan kolektif ini dinilai penting untuk melindungi perempuan Indonesia dari ancaman kanker serviks.

Pemerintah Desa Teluk Pambang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukatif ini. Menurut pemerintah desa, kegiatan ini sangat relevan mengingat minimnya pemahaman masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

Peserta kegiatan tampak mengikuti penyampaian materi dengan penuh perhatian. Banyak di antara mereka yang mengajukan pertanyaan, menunjukkan tingginya rasa ingin tahu mengenai cara pencegahan dan gejala awal kanker serviks.

Selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat, para peserta juga menerima souvenir dari pihak penyelenggara. Hal ini menambah antusiasme masyarakat untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memahami bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi juga perlu dukungan lingkungan dan pemerintah.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, masyarakat Desa Teluk Pambang diharapkan semakin sadar akan pentingnya deteksi dini dan menjaga kesehatan reproduksi. Kegiatan edukasi semacam ini diyakini dapat mengurangi angka kematian akibat kanker serviks di masa mendatang.

Sosialisasi yang berlangsung interaktif dan informatif ini ditutup dengan harapan bahwa masyarakat semakin peduli terhadap bahaya kanker serviks serta menjadikan pemeriksaan dini sebagai kebutuhan penting bagi kesehatan perempuan.

( wintoro)