KUNINGAN – Kuningan
Belum memiliki tempat penampungan sampah penyebab utama polemik terkait sampah dilingkungan masyarakat. Kondisi ini menjadi perhatian serius pihak pemerintah desa Sangkanherang kecamatan Jalaksana kabupaten Kuningan Jawabarat.
Alokasi Dana Desa melalui kode rekening pembuatan bak sampah sebagai langkah alternatif pihak pemerintah desa Sangkanherang untuk membeli lahan milik masyarakat yang diperuntukkan sebagai lokasi /tempat penampungan sampah sementara bagi masyarakat, menurut kepala desa Sangkanherang, Senin 26 Januari 2026
Lebih lanjut kepala desa menjelaskan spesifik terkait lokasi lahan yang telah dibeli tersebut “Pemdes telah alokasikan dana desa tahun 2025 sebesar Rp 100.400.000.00 melalui kode rekening Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Fasilitas Pengelolaan Sampah Desa/Permukiman (Penampungan, Bank Sampah, dll) yang didalamnya include pembuatan tembok penahan tening (TPT) sebagai penyanggah dinding lahan yang bertepatan lokasinya strategis berada di sisi saluran air yang memiliki fungsi bagi masyarakat.
TPT dilokasi tersebut difungsikan agar sampah yang ada di lokasi tidak menggangu berpotensi mengganggu saluran air juga agar tidak mencemari air,” terangkan kepala desa Sangkanherang
Sambung penjelasan kepala desa Sangkanherang, untuk sementara ini pihak pemerintah desa hanya mampu menyediakan lahan atau lokasi untuk penampungan sampah sementara namun belum mampu untuk membuat bak sampah, dan hal tersebut sudah kami (pemdes.red) rencanakan akan segera kami realisasikan secepatnya jika anggaran sudah sudah ada,”ujar kepala desa
Menambahkan kepala desa Sangkanherang “penyediaan dan pengelolaan fasilitas bak sampah, khususnya Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) serta sarana pengangkutan sampah, merupakan tanggung jawab pemerintah desa, terutama untuk sampah rumah tangga dan fasilitas umum di wilayahnya.
Pemerintah desa berkewajiban menjamin pengelolaan sampah yang baik, termasuk menyediakan sarana prasarana, memfasilitasi pengangkutan, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan.
Harapannya kerjasama yang baik terkait sampah dapat tercipta dengan masyarakat dalam rangka menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.” tandasnya.
(Tim)







