Cibinong – Aksi unjuk rasa mahasiswa di teras Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor memanas, Jumat sore (18/09/2026) pukul 17.10 WIB.
Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan pembela warga sekitar TPA Galuga itu menuntut kejelasan alokasi anggaran Rp 25 miliar dan dampak pencemaran limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang hingga kini dirasakan warga.
Dalam foto yang diterima redaksi, terlihat massa aksi membentangkan spanduk besar bertuliskan “FIAT JUSTITIA RUAT CAELUM” di depan pintu masuk kantor DLH yang berornamen saung bambu.

Aksi tersebut dikawal ketat oleh aparat kepolisian.
Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa yang mengusung aspirasi warga masyarakat lingkungan TPA Galuga, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, yang merasa dirugikan karena dugaan pencemaran lingkungan.
Kronologis: Kadis Disebut WFH
Menurut sumber di lapangan, pada sore kemarin mahasiswa menuntut tanggapan dan jawaban yang pasti dari Kepala Dinas DLH.
Namun audiensi tidak membuahkan hasil.
Perwakilan Bidang Penegakan Hukum (Gakum) DLH yang menemui mahasiswa di teras kantor menyampaikan bahwa Kepala Dinas tidak berada di tempat dengan alasan sedang Work From Home (WFH).
Jawaban tersebut memicu kekecewaan massa.
Para mahasiswa kemudian memaksakan diri untuk masuk ke ruangan Kadis untuk beraudiensi langsung.
Dengan sikap humanis dan bijak, pihak keamanan kepolisian melepaskan gandengan tangan pagar pembatas dan mempersilakan perwakilan mahasiswa masuk ke dalam lobi kantor untuk menyampaikan aspirasi, guna menghindari kericuhan.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan transparansi anggaran Rp 25 Miliar alokasi Galuga dan penanganan cemaran B3 tersebut. (zak)







