CIANJUR – Di tengah dinamika pemberitaan keamanan dan ketertiban negara, seorang wartawan ternama memilih untuk berinovasi di luar redaksi. Asep Setiawan, wartawan senior dari kantor berita Suara TNI Polri, secara resmi membuka usaha rintisan bertajuk “Sahabat Galih”, sebuah gerai serba guna yang menyediakan es kelapa muda segar, pom mini, dan jasa steam untuk motor dan mobil. Usaha yang berlokasi strategis di seberang Pasar Induk Jebrod, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur ini, memulai operasinya pada Rabu (4/2/2026) pagi.
Gerai dengan konsep one-stop service ini lahir dari observasi panjang Asep akan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah kerjanya. Sebagai seorang wartawan yang kerap meliput ke pelosok, ia melihat peluang untuk menyediakan kebutuhan harian yang praktis dan solutif bagi pengendara, pedagang pasar, dan warga sekitar.
“Sebagai wartawan, tugas saya memberitakan semangat juang dan inovasi. Kini, saya ingin turut merasakan dan membangun semangat itu langsung di lapangan, dengan cara berbeda,” ujar Asep Setiawan di sela-sela melayani pelanggan perdana. “Ini bukan soal meninggalkan dunia jurnalisme, tetapi tentang memperluas kontribusi. ‘Sahabat Galih’ ingin menjadi solusi: haus, ada es kelapa muda. Motor kotor setelah dari sawah atau mobil habis bawa barang dari pasar, bisa steam dan isi bensin di tempat yang sama.”
Lokasi usaha yang berhadapan langsung dengan pusat perekonomian rakyat, Pasar Induk Jebrod, dinilai sangat strategis. Arus kendaraan pengunjung dan pedagang pasar yang tinggi potensial menjadi pangsa pasar utama. Layanan pom mini bensin menjawab kebutuhan darurat bahan bakar, sementara jasa steam memberikan nilai tambah perawatan kendaraan. Es kelapa muda, dengan kesegaran alaminya, diharapkan menjadi penawar dahaga andalan.
Kehadiran “Sahabat Galih” disambut antusias oleh warga. “Praktis sekali, Pak. Biasanya habis dari pasar, kalau mau cuci motor harus cari tempat lain. Sekarang tinggal berhenti sini, minum es kelapa dulu sambil nunggu motor disteam,” kata Idris, rekanan usaha tersebut.
Inisiatif Asep ini juga mendapat apresiasi dari kalangan rekan media dan tokoh masyarakat. Mereka melihat langkah ini sebagai contoh positif diversifikasi usaha dan ketahanan ekonomi di tengah perkembangan zaman. Usaha rintisan ini tidak hanya menawarkan produk dan jasa, tetapi juga nilai kemandirian dan kedekatan dengan akar rumput.
Asep berharap, “Sahabat Galih” dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja, dan menjadi contoh bahwa inovasi dan semangat wirausaha bisa datang dari berbagai profesi, termasuk di balik meja redaksi. Dengan langkah ini, Asep Setiawan tak hanya melaporkan berita, tetapi juga menciptakan sebuah cerita nyata tentang entrepeneurship di tengah masyarakat.
(AS)







