CIANJUR – Semangat kompetisi bulutangkis di Kabupaten Cianjur kembali bergeliat. Kejuaraan Bulutangkis Chaplin Cup ke 9 tahun 2026 resmi dibuka pada Jumat (1/5/2026) di GOR Chaplin Aufahrisha, Panembongkaler, Desa Mekarsari, Kecamatan Cianjur. Turnamen yang berlangsung hingga 17 Mei 2026 ini diikuti oleh total 114 pasang peserta dari tiga kategori berbeda.
Kategori A dan B masing-masing diperebutkan oleh 32 pasang, sementara kategori C menjadi yang terpadat dengan 50 pasang.
Seluruh pertandingan menerapkan sistem gugur (knockout) dengan metode perhitungan rally poin, yang menuntut konsistensi dan mental juara sejak babak pertama.
Ketua Panitia Penyelenggara, Asep Sani Chaplin, mengungkapkan bahwa turnamen ini dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga wadah pencarian bakat muda di wilayah Cianjur dan sekitarnya.
“Kami ingin menciptakan ekosistem bulutangkis yang sehat dan kompetitif. Dengan sistem gugur dan rally poin, setiap pasangan harus bekerja keras dari laga awal. Ini adalah simulasi nyata turnamen profesional,” ujar Asep Sani Chaplin saat ditemui usai upacara pembukaan.
Ia menambahkan, antusiasme peserta kategori C yang mencapai 50 pasang menjadi bukti tingginya minat masyarakat terhadap olahraga raket ini. “Kategori C kami khususkan untuk pemain pemula dan remaja. Jumlah pendaftar melebihi target awal 40 pasang, sehingga kami perbesar kuota,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Cianjur, Ate Nurjamil, M.Pd., memberikan apresiasi atas inisiatif penyelenggaraan turnamen ini.
Menurutnya, event seperti Chaplin Cup sangat dibutuhkan untuk menjaring atlet potensial dari level bawah.
“Kami di PBSI Cianjur menyambut baik kegiatan ini. Turnamen mandiri yang terstruktur seperti ini menjadi mata rantai penting dalam pembinaan.
Dari kategori C, kami bisa melihat bibit-bibit baru. Dari kategori A dan B, kami bisa memantau atlet yang sudah berpengalaman,” tutur Ate Nurjamil.
Ia juga berharap panitia menjaga standar pertandingan, termasuk penggunaan wasit bersertifikasi dan protokol kesehatan yang masih relevan.

“Jangan sampai kualitas pertandingan menurun hanya karena sistem gugur yang padat. Saya lihat GOR Chaplin Aufahrisha sudah memadai dari segi pencahayaan dan lapangan,” tambahnya.
Lokasi turnamen di GOR Chaplin Aufahrisha, Panembongkaler, sengaja dipilih karena aksesnya yang strategis di jalur Cianjur kota.
Panitia telah menyiapkan lapangan yang digunakan secara bergantian untuk mengejar target 114 pertandingan fase grup (meski sistem gugur, babak awal tetap dimainkan terbagi atas beberapa hari).
Jadwal babak penyisihan kategori C akan dimulai pada 1–5 Mei, disusul kategori B (6–9 Mei), dan kategori A (10–13 Mei). Babak semifinal dan final seluruh kategori akan digelar secara bersamaan pada 14–17 Mei.
Puncak acara direncanakan pada Minggu, 17 Mei 2026, bersamaan dengan penyerahan piala serta uang pembinaan total puluhan juta rupiah.
Para penggiat bulutangkis di Cianjur berharap Chaplin Cup menjadi agenda tahunan. Dengan dukungan penuh dari PBSI, tidak menutup kemungkinan turnamen ini akan naik kelas menjadi kejuaraan regional di masa mendatang.
“Kami undang seluruh masyarakat Cianjur untuk menyaksikan langsung pertandingan-pertandingan seru di GOR Chaplin. Dukungan penonton adalah energi tambahan bagi para atlet,” pungkas Asep Sani Chaplin.
Oding/Jib







