CIANJUR – Sejarah baru pelayanan publik di Kabupaten Cianjur tercatat. Sebanyak 7.007 warga secara resmi dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu dalam sebuah upacara massal yang monumental, Sabtu (20/12/2025). Acara yang berlangsung khidmat di Pendopo Kabupaten ini menandai langkah besar pemerintah dalam mendekatkan layanan dasar ke jantung masyarakat.
Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu Ferdian, dalam pidato pembekalannya menanamkan filosofi mendasar bagi para abdi negara baru tersebut. Ia menegaskan bahwa seragam dan status yang disandang adalah simbol pengabdian, bukan pencapaian duniawi.
“Hari ini kita lantik 7.007 PPPK. Ingat, hak kita yang utama adalah melayani. Layanilah dengan sepenuh hati, profesionalitas, dan integritas.
Kerja harus ikhlas karena pengabdian ini sepenuhnya untuk masyarakat, tidak ada yang lain!” seru Bupati di hadapan ribuan peserta yang disambut gemuruh tepuk tangan.
Bupati juga menekankan komitmen transparansi dan koordinasi dengan pemerintah pusat dalam proses rekruitmen massal ini. “Pelantikan tahun ini, meski kebutuhan sangat besar, kita tetap menjalankannya dengan penyesuaian dan konsultasi ketat sesuai ketentuan pusat,” jelasnya.
Suasana haru dan sukacita menyelimuti pendopo. Salah satu pemegang amanah baru, Ai Marlina, yang akan bertugas di Rumah Sakit Pagelaran, tak kuasa menahan air mata. “Sangat bersyukur. Ini kesempatan besar untuk bisa langsung berkontribusi melayani masyarakat di bidang kesehatan,” ujarnya dengan suara bergetar.

Namun, di balik rasa syukur, Ai menunjukkan prinsip hidup yang teguh. Ditanya mengenai penawaran fasilitas kredit dari bank yang kerap menyasar ASN/PPPK baru, ia memberikan jawaban yang mengejutkan sekaligus menginspirasi.
“Untuk tawaran kredit itu, saya tidak akan ambil. Saya belum membutuhkannya. Saya ingin fokus dulu bekerja dengan baik, mengawali tugas ini dengan pikiran jernih dan hati yang tulus untuk melayani,” tegas Ai dengan lugas, mencerminkan kesadaran penuh akan esensi tugas barunya.
Pelantikan PPPK paruh waktu ini merupakan strategi Pemkab Cianjur untuk memperkuat lini terdepan pelayanan publik di berbagai sektor vital: kesehatan, pendidikan, dan administrasi kependudukan di tingkat kecamatan dan desa.
Kehadiran 7.007 tenaga baru ini diharapkan menjadi akselerator yang mempermudah serta mempercepat akses masyarakat terhadap layanan dasar.
Langkah ini bukan sekadar penyerapan tenaga kerja, melainkan sebuah investasi sumber daya manusia strategis. Dengan semangat “mengabdi untuk masyarakat”, Cianjur membangun fondasi yang lebih kokoh untuk pemerintahan yang melayani dari tapak terdepan. Tugas mereka kini menjadi penentu rasa dan kualitas interaksi warga dengan negara. Selamat bertugas!
(Oding/Najib)







