CIANJUR- 7 Desember 2025, Semangat kemandirian dan ketahanan pangan menggema di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang. BUMDes Samarata Sarampad resmi meluncurkan program ketahanan pangan unggulan dengan anggaran fantastis sebesar Rp 292.000.000. Program yang mengusung tagline “Kolaborasi, Inovasi, dan Dedikasi Untuk Kemajuan Desa” ini fokus pada pertanian sayuran skala besar dan peternakan ayam petelur modern.
Peluncuran ditandai dengan acara Sosialisasi dan Penanaman Perdana yang berlangsung pada Minggu (7/12/2025). Acara bergengsi ini dihadiri oleh seluruh pimpinan formal dan informal desa, mencakup Sekretaris Desa Sarampad Dadan Suhendi, Sekretaris BPD Firman Muhsin, Babinsa, Pendamping Desa, serta seluruh Ketua RT dan RW se-Desa Sarampad, menandakan dukungan penuh seluruh komponen masyarakat.
Rangkaian acara dimulai dari Aula Desa, dilanjutkan dengan penanaman simbolis di lahan pertanian, dan diakhiri dengan kunjungan ke lokasi peternakan ayam petelur, menunjukkan kesiapan operasional yang matang.

Program ini bukan sekadar wacana. Di sektor pertanian, BUMDes menggarap lahan seluas 4.000 meter persegi di Kampung Babakan dengan komoditas andalan Cabe Keriting dan Bawang Daun. Sementara di sektor peternakan, di Kampung Tegal Panjang, telah dibangun kandang ayam petelur berukuran 6m x 18m (108 m²) yang akan diisi 500 ekor ayam petelur. Untuk tahap pertama, juga disiapkan 2 kuintal benih lele sebagai diversifikasi.
Direktur BUMDes Samarata, Adi Mulyadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ini adalah langkah awal yang monumental. “Agenda hari ini adalah penanaman perdana pertanian sayuran dan sekaligus peresmian peternakan ayam petelur. Semoga kehadiran BUMDes Samarata bisa meningkatkan perekonomian warga, memajukan desa, dan yang terpenting, membuka lapangan pekerjaan baru,” ujarnya penuh harap.
Adi juga menjelaskan bahwa manfaat hasil dari kedua unit usaha ini akan dikembalikan langsung kepada masyarakat. Ia membuka diri untuk evaluasi dan masukan dari seluruh warga agar BUMDes bisa berkembang lebih baik.
Keberhasilan program jangka panjang seperti ini tidak lepas dari dukungan teknis. Kegiatan BUMDes Samarata mendapatkan pendampingan dan penyuluhan langsung dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Cugenang, yang menjamin aspek teknis budidaya sesuai standar.
Sekretaris Desa Sarampad, Dadan Suhendi, dan Sekretaris BPD, Firman Muhsin, yang hadir menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program ini. Kehadiran mereka menguatkan bahwa program BUMDes ini berjalan selaras dengan visi pembangunan desa dan mendapat pengawasan dari badan perwakilan masyarakat.
Dengan kolaborasi yang solid antara pengelola BUMDes, perangkat desa, BPD, TNI, dan pendamping profesional, program ketahanan pangan Desa Sarampad ini diharapkan tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal, tetapi juga menjadi pionir ekonomi kerakyatan yang tangguh dan berkelanjutan di Kabupaten Cianjur. Masyarakat pun menanti dengan optimis dampak positifnya terhadap kesejahteraan bersama.
Oding/Ajib







