CIANJUR– BUMDes Bina Mukti Abadi Padaluyu, Desa Padaluyu, Kecamatan Cugenang, membuktikan bahwa pengelolaan lahan terpadu bisa mendatangkan hasil yang menjanjikan. Baru beroperasi sejak April lalu, BUMDes ini telah memanen total 3 ton cabai keriting dari lahan seluas 1,2 hektar. Tak hanya bertani sayuran, inovasi mereka dilengkapi dengan peternakan ayam petelur 1.000 ekor dan kolam lele di bawah kandang, menciptakan siklus ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
Lahan pertanian seluas 1,2 hektar di ketinggian Padaluyu kini tampak hijau dan produktif.Di atas hamparan tersebut, BUMDes tidak hanya menanam cabai keriting yang telah memasuki periode panen ke-15, tetapi juga cabai rawit, tomat, dan bawang daun. Hasil panen cabai keriting secara kumulatif telah mencapai sekitar 3 ton, dengan panen perdana cabai rawit juga sedang dilakukan.
Direktur BUMDes Bina Mukti Abadi Padaluyu, Lukman Maulana, memaparkan bahwa total lahan yang dikelola mencapai 3,5 hektar, dengan 1,2 hektar di antaranya dikelola langsung oleh BUMDes. “Untuk panen baru satu periode. Kalau cabai keriting kan panennya tidak sekaligus, mungkin itu sudah sampai 15 kali, kurang lebih sampai dengan beberapa hari yang lalu itu 3 ton,” jelas Lukman saat ditemui di lokasi, Selasa (9/12/2025).

Yang membuat model usaha ini unik adalah integrasi dengan sektor peternakan dan perikanan. Tidak jauh dari lahan sayuran, berdiri kandang ayam petelur berkapasitas 1.000 ekor. Di bawah kandang ayam tersebut, dimanfaatkan kolam yang sudah ditebari bibit lele sebanyak 200 kg.
“Untuk penanaman lele sementara ini kita sudah rencanakan di 200 kg. Mudah-mudahan BUMDes Bina Mukti Abadi Padaluyu ini bisa maju dengan maksimal,” harap Lukman.
Sistem terpadu ini berpotensi menciptakan nilai tambah. Kotoran ayam dapat diolah menjadi pupuk organik untuk lahan pertanian, sementara air kolam yang kaya nutrisi juga dapat dimanfaatkan. Hal ini mengurangi biaya produksi dan meningkatkan efisiensi.
Keberhasilan awal BUMDes ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi desa. Lukman menyatakan bahwa tujuan utama adalah meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar dan Pendapatan Asli Desa (PAD). “Harapannya seperti itu, kemudian bisa meningkatkan ekonomi masyarakat juga meningkatkan PAD Desa. Jadi nanti kalau memang berhasil maju, itu secara otomatis meningkatkan PAD desa,” pungkasnya.
Dengan panen yang terus berjalan dan model bisnis terintegrasi yang diterapkan, BUMDes Bina Mukti Abadi Padaluyu menanamkan harapan baru bagi kemandirian dan kesejahteraan ekonomi desa di wilayah Cugenang, Cianjur.
Oding/Ajib







