MAJALENGKA – Berbagai bencana alam yang meninpa masyarakat Majalengka dari mulai awal tahun hingga pebuari 2026 ini,diharapkan masyarakat untuk berhati-hati meningkatkan kewaspadaan.
BPBD kabupaten Majalengka mencatat mulai satu januari-18 pebuari 2026,telah terjadi 152 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka.
Pada Januari 2026 terjadi bencana sebanyak 87.terdiri dari bencana alam 85 kejadian dan non alam dua kejadian,selanjutnya ada 65 kejadian hingga pertengahan pebuari ini”tutur penata penanggulangan bencana pertama ahli bidang kedaruratan dan logostik BPBD kabupaten Majalengka Wawan Suryawan kepada awak media pada Kamis 9/2/2026.
Selama Januari bencana alam didominasi tanah longsor sebanyak 58 kejadian disusul cuaca Exstrim sebanyak 21 dan banjir sebanyak 6 kejadian.sebanyak 2349 orang terdampak bencana bahkan 86 orang sempat mengungsi ditempat yang lebih aman.
Bencana juga berpengaruh terhadap rumah warga sebanyak 962 rumah terdampak bencana,ada yang rusak ringan sedang hingga berat”ada juga rumah yang terendam banjir imbuhnya.
Pebuari 2026 hingga 18 pebuari telah terjadi hingga 65 bencana alam dan satu bencana non alam.Bencana alam masih didominasi tanah longsor sebanyak 53 kejadian cuaca Exstrim empat kejadian dan banjir sebanyak tujuh kejadian.sebanyak 422 orang dan 137 rumah terdampak bencana alam di kabupaten Majalengka,tutur Wawan.
Bupati Majalengka H.Eman Suherman memastikan sebelumnya,bahwa mereka akan bergerak cepat menangani dampak bencana termasuk penanganan bagi warga yang terdampak pergerakan tanah di blok godabaya,desa Sukadana kecamatan Malausma,kabupaten Majalengka.
Upaya Pemkab Majalengka koordinasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat,terkait kemungkinan relokasi rumah warga terdampak.apabila Masyarakat bersedia untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih aman jelasnya.
Pergerakan tanah di blok godabaya,Teleh menyebabkan 25 rumah langsung.35 KK mengungsi dan 128 terancam karena tanahnya labil dan berbukit.
Bupati Majalengka menjelaskan,curah hujan yang tinggi menyebabkan kadar air dalam tanah meningkat drastis sehingga kondisi tanah menjadi labil terlebih lokasi kejadian berada di zona merah dengan tingkat kerentanan pergerakan tanah yang sangat tinggi”akibatnya terjadi pergerakan tanah sepanjang kuranglebih 339 meter dari bagian puncak perbukitan,diharapkan masyarakat khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana untuk tetap waspada mengingat curah hujan saat ini masih tinggi pungkasnya.
(IRMAN/BIRO)







