CIANJUR – Kabut pagi tak menyurutkan langkah ribuan warga. Sejak pagi, mereka sudah berbaris tertib di depan Aula Desa Sarampad, Kamis (11/12/2025).
Bukan antrean biasa, melainkan barisan penuh kesabaran yang di setiap wajahnya terpancar haru dan harapan. Inilah momen yang sangat dinantikan: penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Pemerintah Pusat bagi keluarga pra-sejahtera di tengah tekanan ekonomi dan musim penghujan yang berkepanjangan.
Suasana mengharukan itu terasa menyelimuti seluruh lokasi. Sorot mata berbinar menyambut setiap paket sembako yang dibagikan.
Para ibu sambil menggendong anak, bapak-bapak dengan caping basah, hingga lansia yang dipapah keluarga, semua menunjukkan raut syukur yang sama. Bagi mereka, paket berisi beras dan minyak goreng itu lebih dari sekadar bantuan ia adalah “penyelamat” di kala banyak sawah tergenang dan proyek kerja seret akibat cuaca ekstrem.
Kepala Desa Sarampad, Dudu Abdurajab dengan mata berkaca-kaca menyaksikan langsung antusiasme warganya.
“Ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir di saat warga paling membutuhkan. Bukan hanya fisiknya, tapi semangatnya.
Bansos ini ibarat oksigen bagi kami yang sedang kesulitan bernapas akibat dampak ekonomi dan cuaca. Pendistribusian kami lakukan secara sangat ketat dan transparan, verifikasi dari rumah ke rumah, agar benar-benar tepat sasaran. Alhamdulillah tidak ada gejolak, yang ada justru ucapan syukur,” paparnya dengan suara tegas penuh apresiasi.

Salah satu penerima, Ai Hanifah (39), ibu rumah tangga, tak kuasa menahan air mata bahagia. Tangannya erat memeluk paket bantuan.
“Maafkan saya yang terharu. Suami saya buruh serabutan, proyek bangunan macet total karena hujan. Kadang kami cuma makan sekali sehari.
Saat dapat kabar bansos ini, saya seperti dapat jawaban dari langit. Ini jaminan untuk makan anak-anak saya selama beberapa minggu ke depan. Rasanya beban di pundak ini jadi lebih ringan,” ujarnya lirih, diiringi anggukan penuh rasa lega dari para ibu lain di sekelilingnya yang merasakan hal serupa.
Pantauan di lokasi menunjukkan proses yang lancar dan penuh kekeluargaan. Aparat kepolisian dan Linmas tak hanya menjaga keamanan, tetapi juga aktif membantu warga lanjut usia dan disabilitas.
Yang mencolok adalah sikap saling menghargai antarsesama warga antre, mencerminkan solidaritas sosial yang terjaga kuat di tengah keterbatasan.
Program bansos ini merupakan bagian dari kebijakan perlindungan sosial Pemerintah Pusat untuk menjaga daya beli dan ketahanan pangan masyarakat terdampak. Keberhasilannya di Desa Sarampad menjadi contoh nyata penyaluran yang akurat dan bermakna.
“Bansos ini bukan akhir, tapi awal. Kami harap ini menjadi energi positif agar warga tetap semangat, tetap produktif di bidang masing-masing.
Dengan perut yang terisi, semangat untuk bertahan dan mencari cara baru akan lebih kuat. Hari ini, kami melihat bukan hanya bahan pangan yang dibagikan, tapi juga harapan yang disemai,” pungkas Kades Dudu, menutup pembicaraan.
Satu per satu warga meninggalkan aula dengan langkah lebih mantap. Di tengah gerimis yang terus turun, paket bansos di genggaman mereka bagai simbol cahaya—penguat keyakinan bahwa di saat gelap, bantuan dan perhatian tetap datang, menguatkan asa untuk esok hari yang lebih cerah.
(Oding/Najib)







