Kudus – Sebuah bangunan yang sempat terbengkalai selama kurang lebih 16 tahun di Jalan A. Yani Nomor 100, tepatnya di sisi selatan Alun-alun Kota Kudus, kini kembali hidup dan ramai dikunjungi masyarakat. Bangunan yang dulunya merupakan rumah sekaligus bekas sarang burung walet itu kini disulap menjadi Aselo Caffe dan gerai Tahu Petis Lawang Sewu, kuliner khas Semarang.
Transformasi bangunan milik Beny Ong tersebut menjadi salah satu contoh inovasi pemanfaatan aset terbengkalai di tengah pusat kota. Lokasinya yang strategis membuat kawasan ini perlahan berkembang menjadi titik kuliner baru di jantung Kota Kudus.
Gerai Tahu Petis Lawang Sewu sendiri sebelumnya dikenal masyarakat melalui kehadirannya di food court Museum Kretek Kudus. Melihat antusiasme pelanggan, pengelola kemudian membuka cabang baru di Jalan A. Yani dengan memanfaatkan bangunan yang telah lama tidak difungsikan tersebut.

Pemilik Tahu Petis Lawang Sewu, Andi Rai, menjelaskan bahwa pihaknya tetap mempertahankan cita rasa khas tahu petis Semarang, namun dengan beberapa inovasi agar sesuai dengan lidah masyarakat Jawa Tengah.
“Untuk varian, kami menyediakan petis original dan petis pedas. Ini salah satu inovasi baru, khususnya untuk pecinta rasa pedas,” ujarnya.
Dengan hadirnya Aselo Caffe dan Tahu Petis Lawang Sewu, bangunan yang sempat terbengkalai belasan tahun itu kini berubah menjadi ruang produktif, sekaligus menambah pilihan kuliner bagi warga dan wisatawan yang berkunjung ke pusat Kota Kudus.
( JIMMY )







