Buseronlinenews

Angin Puting Beliung Hancurkan 18 Rumah Di Ciwalen, Korban Jiwa Tidak Ada

CIANJUR – Sebanyak 18 rumah di Desa Ciwalen, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung pada Minggu (7/12/2025) sore. Meski bangunan rusak, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Kejadian yang berlangsung singkat namun cukup keras itu menyebabkan atap rumah penduduk terbang, asbes pecah, dan kerangka baja ringan melengkung. Material bangunan yang ringan menjadi sasaran utama amukan angin.

Kepala Desa Ciwalen, Dadang Sutisna, mengonfirmasi kejadian ini. “Alhamdulillah korban jiwa tidak ada. Dan ini terjadi hampir setiap tahun, cuma lokasinya berbeda-beda,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (8/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa rumah-rumah yang terdampak masih bisa dihuni, namun memerlukan perbaikan atap. “Tidak ada yang mengungsi. Mungkin kita perlu bantuan untuk perbaikan atap rumahnya saja, seperti asbes atau genting,” tambah Dadang.

Menurutnya, jenis material bangunan yang ringan menjadi faktor kerentanan. “Kebanyakan sekarang membangun rumah dengan bahan asbes atau baja ringan yang ringan. Saat angin besar, yang tidak terkunci dengan baik bisa terbawa atau bergeser,” paparnya.

Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarak Desa dan Kecamatan telah langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan pertama. Total kerugian materiil masih dalam proses penghitungan yang lebih komprehensif oleh aparat Rukun Tetangga (RT).

Sementara itu, Sekretaris Desa Ciwalen, Gilang Fahmi Gina, memberikan perkiraan awal nilai kerugian. “Untuk kerugian sementara diperkirakan sekitar Rp 15 juta,” jelas Gilang.

Dadang Sutisna juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di musim penghujan ini. “Karena kalau masalah angin, kita susah memprediksi. Harus lebih waspada. Selain itu, saluran air yang mampet harus segera dilaporkan untuk diantisipasi agar tidak memicu genangan atau banjir,” pungkasnya.

Kejadian serupa disebutkan sering terjadi di wilayah tersebut dengan pola berpindah-pindah lokasi. Warga diimbau untuk memperkuat struktur atap rumah dan menjaga kebersihan saluran air di sekitar pemukiman.

Oding/Ajib