CIANJUR – Suasana kekeluargaan mewarnai kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan yang dilakukan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, H. Onie Soerono Sandi, SE dari Fraksi Partai Nasdem. Bertempat di Gedung Sekolah Dasar (SD) Cipeujeuh, Desa Mulyasari, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, kegiatan yang berlangsung pada Minggu (07/06/2026) itu berhasil menjaring beragam keluhan mendasar dari warga setempat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah unsur penting, antara lain Wakil Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Cianjur, Kepala Desa Mulyasari Ripan Munandar, S.Pd, Ketua DPC Partai Nasdem Kecamatan Mande, perwakilan Bhabinkamtibmas, serta puluhan warga masyarakat Desa Mulyasari yang antusias.
Dalam sambutannya, H. Onie Soerono Sandi menegaskan bahwa agenda ini merupakan program pengawasan dari tingkat provinsi, namun ia menyukainya karena berubah menjadi ajang silaturahmi interaktif antara wakil rakyat dan konstituen.
“Ini kan merupakan program pengawasan dari Provinsi, tapi pada intinya yang terjadi di sini, akhirnya menjadi ajang silaturahmi interaksi antara anggota DPRD dengan warga masyarakat. Jadi warga masyarakat menyampaikan segala keluhan, baik keluhan kesehatan, keluhan pendidikan, keluhan sanitasi dan lain sebagainya,” ujar Onie.

Berdasarkan catatan, setidaknya terdapat tiga isu utama yang menjadi sorotan warga Desa Mulyasari. Pertama, permasalahan klasik mengenai tempat pembuangan sampah yang belum dikelola dengan baik. Kedua, kekurangan fasilitas bangku belajar di sejumlah sekolah dasar, termasuk di SD Cipeujeuh yang menjadi lokasi kegiatan. Ketiga, krisis ketersediaan air bersih yang kerap dikeluhkan warga setiap musim kemarau.
Menanggapi persoalan sampah, Onie memberikan analisis mendalam yang mengundang perhatian para hadirin. Ia menekankan bahwa persoalan sampah bukan semata-mata soal tempat pembuangan akhir (TPA), melainkan menyangkut gaya hidup masyarakat.
“Tadi juga ada permintaan bagaimana menangani sampah. Sampah itu kan soal gaya hidup, karena sampah bisa baik kalau memang dari awal—titik awal muara sampah itu sudah baik. Harus ada pemisahan antara sampah plastik dan sampah organik, sehingga ketika kita siapkan alat pembakarnya, sampah bisa diproses,” jelasnya.
Politisi asal Partai Nasdem itu bahkan mengungkapkan temuannya saat berkunjung ke beberapa kabupaten dan kota. Menurutnya, banyak alat pengolahan sampah yang tidak berfungsi karena proses awal yang keliru.
“Saya kunjungan ke beberapa kabupaten kota menemukan beberapa alat sampah tidak berfungsi, karena prosesnya sudah salah, bahkan ada yang rusak. Sampah juga jadi tercampur. Maka kita sampaikan bahwa proses itu harus baik dari awal,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Mulyasari, Ripan Munandar, S.Pd, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kunjungan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat tersebut.
“Alhamdulillah, Desa Mulyasari bisa dikunjungi oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat untuk menemui warga masyarakat. Mudah-mudahan apa yang disampaikan oleh Pak H. Onie bisa memberi keberkahan khususnya di Desa Mulyasari dan bisa membangun pesat di lingkungan Desa Mulyasari,” ucap Ripan penuh harap.
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam itu ditutup dengan dialog interaktif yang cair. H. Onie berjanji akan membawa seluruh aspirasi yang telah dikumpulkan ke tingkat provinsi untuk ditindaklanjuti bersama dinas terkait, terutama menyangkut anggaran pendidikan untuk pengadaan fasilitas sekolah serta program intervensi sanitasi dan penyediaan air bersih di wilayah Mande, Cianjur.
(Oding/Jib)







