Buseronlinenews

Anggota Dewan Turun ke Desa, Dengarkan Langsung Jeritan Hati Warga Pasca Bencana

CIANJUR – Suasana haru dan harapan menyelimuti Sidang Reses II yang digelar Hj. Lina Agustina, Anggota DPRD Kabupaten Cianjur Fraksi Partai Demokrat, di Kampung Jengung, Desa Benjot, Kecamatan Cugenang, Selasa (3/2/2026).

Bukan di ruang ber-AC, pertemuan akrab ini justru digelar di tengah konstituen, menegaskan komitmennya untuk menjadikan aspirasi warga sebagai kompas utama kerja legislatif.

“Punya wakil rakyat yang bisa dijangkau dan mau datang ke kampung, itu sangat membesarkan hati kami. Selama ini kami merasa seperti hanya angka, tetapi hari ini kami merasa didengarkan,” ucap Amai (56), salah satu warga, dengan mata berkaca-kaca.

Pernyataannya mewakili perasaan puluhan warga dari berbagai usia yang memadati lokasi, mencerminkan tingginya ekspektasi akan perhatian terhadap pembangunan.

Sebagai anggota Komisi III yang membidangi sektor krusial, Hj. Lina dengan saksama mendengarkan setiap keluh kesah. Dialog dua arah yang hidup itu berhasil mengerucutkan beberapa isu kritis.

Prioritas utama warga adalah percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana, terutama akses jalan dan jembatan yang masih menjadi penghalang distribusi hasil pertanian dan mobilitas sehari-hari.

“Aspirasi Bapak dan Ibu adalah bahan bakar bagi kerja kami di dewan. Ini momentum untuk mendengar langsung dengan hati,” tegas Hj. Lina dalam sambutannya.

Selain infrastruktur, ketersediaan layanan kesehatan dasar yang berkualitas di daerah terpencil dan peningkatan sarana pendidikan beserta program beasiswa bagi anak-anak kurang mampu juga mencuat ke permukaan.

Isu pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi perempuan dan pemuda korban gempa, menjadi sorotan lain. Warga mendambakan program pelatihan dan akses permodalan berkelanjutan untuk menggerakkan kembali roda perekonomian keluarga.

Menanggapi deretan aspirasi itu, Hj. Lina tak sekadar berjanji. Ia memaparkan langkah konkret yang akan diambil. “Setiap usulan akan kami kategorikan, verifikasi, dan perjuangkan. Baik melalui mekanisme penganggaran APBD maupun dengan mendorong instansi terkait untuk segera bertindak. Ini akan menjadi agenda prioritas kami di komisi,” paparnya penuh optimisme.

Sebagai bentuk silaturahmi, acara diakhiri dengan penyerahan bingkisan sembako secara simbolis. Hj. Lina menekankan bahwa esensi pertemuan ini jauh lebih dalam daripada pemberian materi. “Ikhtiar kita hari ini adalah menyatukan hati dan pikiran untuk membangun Cianjur dari desa,” tambahnya.

Sidang reses yang ditutup dengan foto bersama ini bukan akhir, melainkan awal dari sebuah proses. Efektivitas forum ini kini diuji pada tindak lanjutnya.

Masyarakat menanti bukti, bahwa jeritan hati dari Kampung Jengung tak hanya menggema di tempat terbuka, tetapi benar-benar sampai ke meja perencanaan pembangunan daerah, untuk diwujudkan menjadi perubahan yang nyata.

Oding/AS