Buseronlinenews

Acara Silaturahmi dan Santunan Anak Yatim Digelar di Desa Wanoharjo, Dukung Pengembangan Kampung Budaya Petani

BuseronlineNews.com // WANOHARJO, KABUPATEN PANGANDARAN – Acara silaturahmi dan santunan anak yatim digelar di Desa Wanoharjo, Kabupaten Pangandaran. Kegiatan yang diinisiasi oleh Pak ARYA JUNAEDI dari Dewan Penasehat Pusat SPP dan dihadiri oleh para Dewan Penasehat, Kepala Desa, tokoh Agama dan Masyarakat, Guru, pengurus OPL se-Kabupaten Pangandaran, Petani, dan masyarakat luas. Selasa (17 Maret 2026).

Sebuah acara yang penuh semangat dan keceriaan digelar dengan menghadirkan Muhammad Mansyur (dikenal sebagai Kak Mansyur) sebagai narasumber cerita. Acara dimulai dengan salam kompak dari seluruh peserta yang terdiri dari Bapak, Ibu, dan anak-anak, diikuti dengan doa yang diucapkan untuk berkahnya rezeki, pelunasan hutang, serta kesehatan dan kebahagiaan keluarga.

Pada sesi perkenalan, Kak Mansyur diperkenalkan dengan nama lengkapnya Muhammad Mansyur. Meskipun belum pernah tampil di televisi, ia menyampaikan pesan bahwa Allah melihat seseorang dari hati dan amal perbuatannya, bukan dari penampilan luar. Saat ada peserta yang menyebutnya jelek, ia dengan cerdas menyatakan bahwa “jelek” adalah singkatan dari “jelas lebih keren”, yang membuat suasana semakin riang.

Sambutan Dewan Penasehat SPP ASEP NOORDIN. Dalam sambutannya, menyampaikan puji syukur atas nikmat iman, agama, dan kesehatan yang memungkinkan semua orang hadir. Kegiatan ini juga menyertakan pemberian paket bantuan kepada petani lansia, yang sebagian berasal dari sumbangan masyarakat dan anggota organisasi. Selain itu, dilakukan juga pertukaran makanan sebagai bentuk gotong royong yang menjadi budaya lokal.

Sambutan Penasehat Pusat SPP ARYA JUNAEDI yang juga dikenal sebagai pengusaha bidang tambang menyampaikan harapannya untuk membangun Kabupaten Pangandaran agar bisa mendunia. Ia juga mengusulkan pengembangan Desa Wanoharjo dengan menyediakan lapangan bola milik Desa dan menjadikannya kampung budaya petani dengan rumah adat Sunda serta dukungan budayawan lokal. “Kita ingin disini ada kampung budaya, sementara di depan ada kampung wisata. Mari kita maju bersama dengan satu hati,” ucapnya.

Sekjen SPP Kang HAJI AGUS dalam kesempatan itu mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas dalam setiap perjuangan yang bertujuan untuk kebaikan masyarakat. Ia juga mengapresiasi dukungan dari semua pihak yang membuat acara ini bisa berjalan lancar.

Acara yang diisi dengan doa dan pemberian hadiah kepada anak-anak tersebut diharapkan dapat menjadi contoh kegiatan positif, terutama di bulan yang penuh berkah, serta mendorong kemajuan bersama bagi masyarakat Pangandaran.

(OVL)