Buseronlinenews

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Sukses Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dinilai sukses dalam menurunkan tingkat kasus angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Hal ini ditunjukan dengan adanya penghargaan yang diterima DKK Kudus dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait penurunan AKI dan AKB.

“Kami menjadi Juara Satu sebagai daerah di Jawa Tengah yang berhasil menurunkan angka kematian ibu dan bayi,” kata Kepala DKK Kabupaten Kudus, Andini Aridewi.

Ia menyebutkan, sepanjang tahun 2022 di Kabupaten Kudus terdapat sebanyak 11 kasus kematian ibu hamil. Sedangkan pada tahun 2021 terdapat sebanyak 21 kasus.

“Kebanyakan kasus kematian ibu hamil yang terjadi di Kudus itu karena ada penyakit penyerta lain. Contohnya seperti darah tinggi dan penyakit jantung, tidak ada yang meninggal karena kurangnya layanan kesehatan,” ujarnya.

Pihaknya pun terus berupaya menekan jumlah kasus AKI dan AKB di Kabupaten Kudus. Caranya, kata Andini, yakni dengan memberikan pendampingan sejak remaja.

“Kami melakukan upaya penanganan dan pencegahan. Bahkan, upaya pencegahan ini kami galakan mulai dari remaja. Hal ini supaya tidak ada yang mengalami hamil dengan resiko,” tuturnya.

Dia mengatakan, program pendampingan ini sudah dilakukan di semua fasilitas kesehatan (Faskes) yang ada di Kabupaten Kudus. Mulai dari puskesmas, klinik hingga rumah sakit.

“Masyarakat bisa melakukan konsultasi, karena semua faskes sudah kami berikan pemahaman untuk berkomitmen bersama mengawal seluruh ibu hamil,” ucapnya.

Pihaknya pun mengajak sejumlah pihak dari lintas sektor untuk turut berkomitmen menekan AKI dan AKB. Diantaranya seperti dari kader posyandu, PKK, Dinsos hingga BPJS Kesehatan.

( JIMMY )