PATI – Banjir bandang yang terjadi pada Rabu (30/11) berdampak kerusakan luar biasa. Atas musibah ini menimbulkan keprihatinan dan kepedulian banyak pihak untuk membantu meringankan beban penderitaan masyarakat.
Tim Relawan Peduli Lingkungan Tambakromo yang dikomandani Mat Sholeh sebagai bentuk empati dan kepedulian kepada sesama hari ini Jumat (02/12) melaksanakan baksos membagikan 500 sembako, mie instan dan beras. 300 sembako dibagikan di desa Karangwono dan 200 sembako di desa Tambakromo.
Mat Sholeh kepada awak media mengatakan, ” Musibah yang terjadi pada Rabu malam (30/11) adalah kejadian yang luar biasa. Banjir bandang datang secara tiba – tiba tanpa ada yang menduga dan bersiap sebelumnya.
Dampak yang ditimbulkan akibat bencana banjir bandang kemarin, lanjut Mat Sholeh ratusan rumah rusak, hewan ternak hanyut, adanya korban jiwa meninggal dan beberapa korban sakit dirumah sakit dan puskesmas terdekat.
“Hari ini bersama Tim Relawan Peduli Lingkungan melaksanakan baksos di desa Karangwono dan desa Tambakromo adalah sebagai bentuk empati dan kepedulian kepada saudara – saudara kita terdampak korban banjir bandang pada Rabu kemarin.
Sedikit bantuan yang diberikan ini semoga bisa bermanfaat membantu meringankan beban masyarakat,” harapnya.
Niat kami murni untuk membantu saudara – saudara kita yang kesusahan karena terdampak banjir bandang. Yang pasti kami dari Tim Relawan Peduli Lingkungan saling support dan berbagi dengan sesama untuk meringankan beban masyarakat,” ungkap Mat Sholeh.
Keadaan desa saat ini sangat membutuhkan uluran tangan dari sesama, terutama makanan yang sudah siap saji karena alat masak mereka turut hanyut. Obat – obatan dan juga alat pendidikan untuk anak-anak. Karena alat – alat pendidikannya banyak yang turut hanyut terbawa arus banjir, tentu ini menjadi perhatian kita semua,” tambahnya.
“Saya meghimbau kepada warga dibeberapa titik desa seperti desa Karangwono desa Tambakromo dan desa sekitarnya tetap selalu waspada terhadap cuaca ekstrim agar senantiasa berhati – hati, antisipasi akan terjadinya banjir susulan,” tutupnya.
(H-W).








