BuseronlineNews.com, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berkolaborasi dengan PT Djarum kembali melakukan program pengentasan kemiskinan. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Rumah.
Sederhana Layak Huni (RSLH), Pemkab Kudus dan PT Djarum melakukan renovasi untuk 10 rumah warga.
Program kolaboratif bersama Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus itu diadakan untuk merenovasi rumah warga yang kurang mampu. Langkah ini merupakan bentuk nyata atas upaya Penanggulangan Kemiskinan Esktrem (PKE).
Total anggaran yang dikucurkan untuk program RSLH ini yaitu senilai Rp. 500 juta. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan renovasi berkisar antara Rp. 38 juta hingga Rp. 52 juta.
Angka ini lebih besar dua kali lipat dari rekomendasi anggaran pemerintah. Meningkatnya nominal bantuan pada setiap rumah bertujuan agar tidak memberatkan penerima bantuan, mengingat kondisi ekonomi mereka yang terbatas.
Bupati Kudus HM Hartopo pun mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan oleh PT Djarum
terhadap upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kudus. Menurutnya, peogram CSR ini sangat membantu masyarakat di Kota Kretek.
Pasalnya, melalui program ini masyarakat daei keluarga kurang mampu bisa mendapatkan hunian yang sehat, aman, dan layak. la berharap program ini dapat memberi manfaat positif bagi para penerima bantuan dan berjalan secara berkelanjutan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh PT Djarum kepada masyarakat di Kabupaten Kudus. Rumah yang layak huni adalah salah satu elemen dasar dalam mengentaskan kemiskinan. Diharapkan, dengan adanya rumah yang lebih baik, taraf hidup dan kesejahteraan para penerima bantuan dapat semakin meningkat,” ucap Bupati.


Ia menilai, peran serta pelaku usaha melalui program sangat diperlukan agar membantu pemerintah mempercepat program penanggulangan kemiskinan. Pihaknya pun berharap, langkah PT Djarum ini bisa menginspirasi perusahaan lainnya untuk membantu mengentaskan kemiskinan di wilayah setempat.
“Semoga seluruh perusahaan bisa mengikuti jejak Djarum, mengingat banyaknya perusahaan yang ada di Kudus,” ungkapnya.
Deputi GM Corporate Communications PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan, keikutsertaan PT Djarum dalam menyukseskan program RSLH merupakan komitmen mendukung program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan menaikkan taraf hidup masyarakat. Sebelumnya, program renovasi serupa juga sudah dijalankan PT Djarum kepada warga di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
“Program renovasi rumah ini tak lepas dari upaya PT Djarum untuk ambil bagian dalam program pengentasan kemiskinan ekstrem agar masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan memiliki rumah yang layak huni. Khusus di Kudus yang merupakan kantor pusat kami, kegiatan ini adalah upaya PT Djarum dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat Kota Kretek,” tuturnya.
Dalam kegiatan ini, PT Djarum melakukan bedah rumah sehingga hunian tersebut memenuhi
tiga hal dasar yakni Sehat, Aman, dan Layak. Dari sisi kesehatan, renovasi rumah melingkupi perbaikan terhadap sanitasi air kotor, pencahayaan serta memastikan udara tersirkulasi
dengan baik.
Sementara itu, rumah yang direnovasi juga dibangun dengan konstruksi yang kuat dan kokoh sehingga dapat menjadi tempat bernaung yang aman bagi seluruh keluarga. Tak hanya itu, renovasi yang dilakukan PT Djarum juga memperhatikan unsur estetika agar setiap penghuni dapat tinggal dengan bahagia dan nyaman di rumah tersebut. Misalnya,untuk lantai dari yang semula tanah kini menggunakan keramik.
“Sebagai tempat bernaung, rumah layak huni merupakan aspek penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Dengan kualitas hidup yang baik itu, para penghuninya kemudian dapat melakukan hal-hal yang bersifat produktif dan membuahkan perbaikan ekonomi bagi keluarga tersebut,” bebernya.
Tak hanya melakukan bedah rumah, PT Djarum juga memberdayakan warga setempat. Pihaknya melibatkan warga sekitar untuk berperan serta membangun rumah tetangga penerima bantuan tersebut.
Setiap rumah dikerjakan oleh sekitar empat orang warga dengan durasi pengerjaan sekitar dua bulan yang disupervisi oleh tim dari PT Djarum.
“Selain untuk menguatkan rasa gotong royong, kami juga berharap keterlibatan para tetangga ini bisa menimbulkan dampak ekonomi dan membuat hubungan antar masyarakat semakin guyub dan harmonis,” terangnya.
Kepala Dinas PKPLH Kabupaten Kudus Abdul Halil mengaku menyambut positif peran PT Djarum yang turut menyukseskan program RSLH di Kabupaten Kudus. la mengatakan bahwa penerima bantuan merupakan masyarakat yang sudah dipilih berdasarkan beberapa aspek, mulai dari rumah yang tidak layak huni, tidak berada di atas tanah sengketa, hingga harus sudah memiliki sertifikat hak milik.
“Kami berterima kasih atas partisipasi PT Djarum yang turut andil dalam program RSLH di Kabupaten Kudus. Kolaborasi antara pemerintah dengan pelaku usaha merupakan energi positif yang sangat dibutuhkan agar seluruh upaya pengentasan kemiskinan dapat terakselerasi dengan baik,” ucapnya.
Salah satu penerima bantuan dari program ini, Kusnandar warga Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu menyampaikan, keluarganya sangat terbantu dan merasa bahagia menjadi salah satu orang yang terpilih. Kini, kata dia, tempat tinggalnya menjadi lebih layak huni setelah dilakukan renovasi.
“Saya sekeluarga sangat senang dan tidak menyangka rumah kami yang semula seadanya sekarang menjadi terlihat sangat berbeda dan nyaman ditempati. Terima kasih PT Djarum dan pemerintah Kabupaten Kudus yang turut membantu,” ujarnya.
( JIMMY )..







