BENGKULU : Pemerintah Provinsi Melaksanakan Koordinasi dan Pemantauan Lapangan ke pangkalan Gas LPG. Hal Tersebut Merespon Adanya informasi dari masyarakat melalui Media Sosial beberapa waktu lalu, terkait ketersediaan Gas LPG Bersubsidi 3 kg di Bengkulu Kemarin.
Dalam Pemantauan ini Dipimpin Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu Ir. Fachriza, dengan Didampingi Kepala Dinas ESDM, Kepala Dinas Perindag, Kepala Biro Ekonomi, unsur Satpol PP, Kominfotik dan pihak Pertamina Bengkulu yang diwakili oleh Yunior Assistant LPG Sale Support, Dimas Setiawan.
Sebelum terjun ke salah satu pangkalan Gas LPG 3 kg di Kelurahan Tanah Patah Kota Bengkulu untuk mendapatkan Fakta Yang Sesungguhnya, Team Melaksanakan rapat Koordinasi sejenak di Dinas ESDM Provinsi Bengkulu.
“Hari Kamis Ke Pangkalan Gas LPG di Tanah Patah Guna Melihat Stok Ketersediaan Gas dan Cukup Atau Tidaknya Untuk Kebutuhan Masyarakat. Ibu Liya Selaku Pengelola Pangkalan Mengatakan, Berdasarkan Data Dari Pertamina Kuota Kita Berada Pada Angka 52.391 Metrik Ton. Insya Allah Untuk Kebutuhan Provinsi Kita Dua Bulan Lagi Akan Mencukupi. Sebab Yang Terealisasi Baru 97% Dan Masih ada 3% Lagi ketersediaannya,” Ungkap Fachriza.

Lanjutnya, pengelola pangkalan gas juga menerangkan, bahwa proses distribusi dari agen tidak mengalami kendala dan masih berjalan normal. Diketahui pangkalan milik Ibu Liya ini mendapatkan jatah setiap tahunnya mencapai 1.500 tabung gas bersubsidi dengan isi 3 kg. Senin besok 31/10 Hari ini akan dikirim kembali sebanyak 136 Tabung Dari Agen.
“Informasi yang kami peroleh baik dari pihak pertamina, agen, dan pangkalan di Kota Bengkulu ini. Apabila kemungkinan terjadi kekurangan ketersediaan gas LPG 3 kg di masyarakat, itu disebabkan karena adanya masyarakat yang membeli di pangkalan lalu menjualnya kembali ke warung-warung untuk mendapatkan keuntungan. Seharusnya dari pangkalan itu langsung ke masyarakat, namun ternyata menumpuk di warung-warung dan menjadi mahal. Oleh karena itu, kedepannya kami akan terus mengecek untuk memastikannya,” jelas Fachriza.
Sebelumnya, Hari Jum’at 28/10 Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menerbitkan surat Edaran kepada Bupati/Walikota se Provinsi Bengkulu yang berisi enam point yang pada intinya mengimbau kepada Bupati/Walikota untuk mengambil langkah-langkah terkait persoalan ketersediaan Gas LPG 3 kg.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindag Provinsi Bengkulu, Ir. Yenita mengungkapkan, bahwa hasil koordinasi dari Kepala Dinas Perindag di beberapa Kabupaten, yakni Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah dan Mukomuko dapat dipastikan stok Gas LPG 3 Kg masih tersedia dan cukup, dan terdistribusi dengan baik dan lancar.
“Hasil koordinasi kami hari ini, kepada Dinas Perindag di Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah dan Mukomuko dapat dipastikan stok Gas LPG 3 kg masih tersedia dan cukup untuk masyarakat, dan distribusi dengan Baik dan Lancar,” Tandasnya.
(TeamBuser.Bkl)







